10 Mitos dan Fakta Soal HIV/AIDS

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 10 Agu 2018, 09:48:17 WIB | dibaca : 67 pembacaKesehatan

10 Mitos dan Fakta Soal HIV/AIDS

ilustrasi HIV/AIDS (REUTERS/Ajay Verma)

Jakarta - Kini akses informasi terasa lebih mudah berkat internet khususnya media sosial. Namun orang perlu menyaring informasi yang diterima apalagi terkait Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Jika pengetahuan kurang memadai, maka orang rawan mempercayai informasi yang tidak benar terkait HIV/AIDS maupun Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA. 

Menurut Adyana Esti, tenaga medis dan dokter dari Klinik Angsamerah Jakarta, informasi tidak benar alias hoaks bakal menimbulkan stigma tertentu pada satu golongan, termasuk pada ODHA.

"Kalau golongan tertentu distigma, nanti pemerintah bisa melihat, lalu bisa saja mereka disingkirkan," ujarnya dalam diskusi media di Brench Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/8). 

Di sisi lain, Suksma Ratri, ODHA yang aktif bersuara terkait HIV/AIDS mengaku kerap mendapat sebaran hoaks. Ia yang memiliki cukup pengetahuan aktif berbagi pengalaman dan pengetahuan yang benar tentang HIV/AIDS. Kendati demikian, ia merasa kemunculan hoaks cukup merepotkan.

"Saya rasa pengetahuan masyarakat sudah oke, tapi kok hoaks ada lagi? Dampaknya, buat mereka yang baru tahu (positif HIV), mereka yang sedang proses penerimaan diri jadi kalut. Ada dampak psikologis," kata dia dalam kesempatan serupa. 

Berikut 10 mitos yang sering beredar tentang HIV/AIDS dan ODHA.

1. Ditularkan lewat pisau cukur

Fakta: Penggunaan pisau cukur bergantian antar keluarga dan di tempat potong rambut tidak menularkan HIV/AIDS. Virus tersebut mudah mati di udara bebas.

Hanya saja, penggunaan pisau cukur bergantian tidak disarankan, bukan karena penyebaran HIV/AIDS, melainkan karena masalah higienitas. 

2. HIV/AIDS dapat menular lewat alat makan

Fakta: HIV/AIDS tidak menular lewat kontak sosial termasuk penggunaan alat makan secara bergantian dengan ODHA. Lebih lanjut lagi ia menjelaskan bahwa virus memang ada di air liur, air mata dan keringat tetapi jumlahnya sedikit dan tidak cukup kuat untuk ditularkan ke orang lain. 

"Virus paling banyak berada dalam darah, cairan vagina, semen atau air mani dan ASI," imbuhnya. 

3. Ditularkan melalui makanan kaleng yang terinjeksi darah yang terkontaminasi virus.

Fakta: Esti menegaskan bahwa virus HIV mudah mati jika berada di luar tubuh manusia. Makanan kaleng dalam pemrosesannya melewati proses sterilisasi sehingga virus mati.  

4. Ditularkan melalui ciuman

Fakta: Anggapan ini salah. Sebab virus HIV yang berada di air liur jumlahnya sedikit dan tak cukup untuk ditularkan ke orang lain lewat ciuman. 

Virus HIV tinggal di sel T, salah satu bagian sel darah putih manusia. Sel T terdapat dalam semua cairan tubuh, tetapi paling banyak terdapat dalam darah, cairan vagina, air mani dan ASI. 

5. Ditularkan lewat jarum di kursi bioskop. 

Fakta: Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan jarum di kursi bioskop, virus HIV mudah mati di udara bebas. Virus tanpa inang yakni darah, cairan vagina, air mani dan ASI, akan mati kurang dari semenit. 

6. Menular saat berenang di kolam renang umum.

Fakta: "Kalau kita berenang kan kadang rambut terasa keras, artinya air kolam renang ada kaporitnya. Virus HIV akan mati jika terkena kaporit," jelas Esti. 

7. Menular lewat pakaian bekas

Fakta: Sebagian orang merasa perlu mencuci pakaian second hand alias pakaian bekas dengan air mendidih. Tujuannya bukan soal kebersihan tetapi demi terhindar dari penularan HIV/AIDS. Namun anggapan ini sama sekali tidak benar.

Penularan virus dapat melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian (terutama untuk NAPZA), hubungan seks yang tidak aman dan pemberian ASI pada bayi. 

"Hubungan seks aman, dengan menggunakan kondom bisa mencegah penularan," imbuh Esti. 

8. Menular lewat pembalut yang terkontaminasi

Fakta: Sempat beredar info mengenai pembalut dengan barcode tertentu yang mengandung virus HIV. Padahal tidak benar jika virus dapat menular lewat pembalut. 

9. Menular dari tukang periksa diabetes dan kolesterol keliling

Fakta: Jarum untuk pemeriksaan diabetes dan kolesterol tidak memiliki lubang penyimpan darah. Virus HIV yang berada di udara bebas akan mati dalam kurun waktu kurang dari semenit. 

10. ODHA sebaiknya tidak mengonsumsi Antiretroviral (ARV) karena bisa merusak hati dan ginjal. 

Fakta: Hingga kini, obat yang tepat dikonsumsi ODHA adalah ARV. Sebagai ODHA, Ratri telah empat tahun mengonsumsi ARV dan hingga kini ia tidak mengalami masalah pada organ hati maupun ginjal. 

"Konsumsi teratur bisa menurunkan jumlah virus HIV dalam darah bahkan saya statusnya sudah undetected (tidak terdeteksi)," ucapnya.

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)