Awww.. Bruk... Serunya Menjajal Jatuh Bangun "Snowboarding"

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 23 Sep 2016, 11:17:38 WIB | dibaca : 36002 pembacaWisata

Awww.. Bruk... Serunya Menjajal Jatuh Bangun "Snowboarding"

Ilustrasi

Bruk... Awww... Kombinasi dua suara itu lumayan sering bergaung di kawasan Gunung Buller, Victoria, Australia. Semakin banyak adrenalin terpacu dan tawa terdengar, makin sering pula suara itu menggema.

Inilah lokasi pelatihan snowboarding alias meluncur menggunakan papan di atas salju. Lokasi ini juga punya pemandangan yang menggoda mata.

Saat bertandang ke sana, Kompas.com sempat menjajal kemampuan “menyetir” papan seluncur yang licin itu. Betul, hasilnya kombinasi dua suara itu terdengar.

Tergelincir dan jatuh menjadi gerakan tak terelakkan bagi kami, para pemula. Ya, sebenarnya kurang tepat bila memulai belajar snowboarding tanpa pernah main ski terlebih dahulu.

Menurut Dany, pelatih snowboarding Gunung Buller, perkenalan pertama untuk menjaga keseimbangan di atas salju lebih gampang didapat dari meluncur di atas papan ski.

Belajar main ski pun terhitung lebih mudah karena pemain berpijak dengan kedua kaki.

Sementara itu, snowboarding satu tingkat lebih sulit. Permainan menuntut seseorang mampu tetap seimbang dengan bertumpu di atas sebuah papan seluncur es.

Snowboard kemudian disetir oleh kelihaian gerak tubuh pemain. Badan wajib berdiri tegak sembari merentangkan tangan agar arah luncuran tetap lurus.

Berbelok ke kanan dan kiri bisa dilakukan dengan memutar tubuh sambil memiringkan lutut sesuai arah. Selama bermain, berat badan ditumpukan pada tumit untuk mengatur laju papan.

Pelatihan pagi itu berawal dari area agak datar yang disebut Bourker St Carpet. Namun, kemampuan baru ditantang ketika pelatih membawa kami menaiki Blue Bullet Skyline ke atas bukit Bourke Street.

Di sana, adrenalin berpacu lebih keras. Turunan curam menanti ditambah penglihatan sedikit terhalang oleh gerimis yang mulai turun.

Meter demi meter kami turuni meski ada rasa takut-takut juga. Tak terhitung beberapa kali tubuh kami harus mencicipi dinginnya salju karena gagal menjaga keseimbangan.

Untunglah, Dany siaga menjemput kami satu per satu dan tanpa lelah menarik kami untuk bangun kembali.

Keindahan mencuri hati

Selesai papan seluncur, giliran pemandangan indah Gunung Buller yang mencuri hati kami.

Beberapa ekor Flame Robin, sejenis burung gereja berdada merah khas benua kanguru, terbang melintas dan menemani perjalanan menuju penginapan.


Menurut mitos masyarakat setempat, burung tersebut hanya muncul jika hujan salju datang. Lucunya, cerita ini terbukti karena hujan salju memang sempat turun pada pagi hari sebelum kami memulai aktivitas.

Di balik bukit, mengintip keindahan hutan pohon gum di sekitar gunung yang memendarkan kabut dengan gradasi warna biru.

Pepohonan unik ini hanya bisa ditemui di kawasan pegunungan Alpine di Australia dan kabutnya tetap terlihat dalam kegelapan musim dingin.

Idealnya, pengunjung bisa menikmati seluruh pemandangan dengan menumpangi kereta gantung yang tersebar pada beberapa area. Atau, saat menuruni pegunungan dengan kereta luncur toboggan yang berbentuk menyerupai tabung raksasa.

Jika berminat, Mount Buller dapat dicapai dengan berkendara selama tiga jam dari pusat kota Melbourne. Wisatawan bisa transit atau beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan berkelok ke atas gunung.

Meski sedikit makan waktu, pengunjung dijamin terpukau akan bentang gunung berselimut salju bak negeri dongeng Narnia di sana.

Selamat berlibur!

 

Sumber : kompas.com