Band Elkasih dan Nagaswara Perjuangkan Hak Cipta 13 Lagu

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 16 Nov 2020, 08:47:52 WIB | dibaca : 121 pembacaHiburan

Band Elkasih dan Nagaswara Perjuangkan Hak Cipta 13 Lagu

Grup band Elkasih menggandeng label Nagaswara untuk mempercayakan pengelolaan 13 lagu mereka ke label Nagaswara. Foto/SINDOnews/Thomas Manggalla

JAKARTA - Grup band Elkasih menggandeng label Nagaswara untuk mempercayakan pengelolaan 13 lagu mereka ke label Nagaswara. Pengelolaan royalti dari 13 lagu Elkasih selanjutnya akan dilakukan di bawah naungan Nagaswara Publisherindo Musik.

Lewat momentum hari Pahlawan ini mereka berupaya ingin memperjuangkan hak royalti lagu yang selama 10 tahun terakhir ini belum dibayarkan lantaran tak adanya laporan dan data yang jelas dari label musik Elkasih sebelumnya.

Masalah hak royalti atas karya cipta musisi di Indonesia terbilang masih belum jelas dan punya kekuatan hukum yang tetap mengingat masih banyak terjadi masalah terkait royalti atas hak cipta. Salah satunya grup musik Gigi sedang berupaya mendapatkan hak pengelolaan atas karya-karya lama mereka yang telah dirilis label sebelumnya.
Persoalan pendataan dan hak kekayaan intelektual ini menjadi perhatian besar Gigi karena ada kasus "pelanggaran hak cipta" yang justru datang dari pihak keluarga sendiri. Mereka menyadari masalah seperti ini muncul karena industri musik Indonesia tumbuh dan berkembang, tetapi belum disertai aturan hukum yang matang soal hak kekayaan intelektual.

Saat ini pemerintah sudah berusaha membuat perbaikan secara aturan hukum lewat Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, tetapi menurut mereka, perubahannya masih belum signifikan.

Band yang digawangi Armand Maulana (vocal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass) dan Gusti Hendy (drum) ini juga berencana membuat yayasan yang secara khusus akan mengelola aset karya Gigi sejak 1994. Ini juga termasuk upaya melengkapi metadata dan merapikan arsip. Meskipun sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah sudah mempunyai aturan hukum yang berkaitan langsung dengan masalah hak kekayaan intelektual dan pendataan karya musik yang tertuang pada Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Kegigihan band Gigi itu yang kini coba dicontoh oleh band El Kasih yang kini melakukan comeback di industri musik tanah air. Band yang digawangi personil yakni El Ibnu (vokal), El Arif (drum), El Fajar (bass), El Ari (keyboard), dan El Binbin (gitar) ini mengaku tak pernah mendapatkan royalti dari kedua album kedua yang telah mereka rilis sejak 2008 lalu. Padahal, semua personel tahu lagu-lagu mereka masih diputar dan menghasilkan uang dari platform YouTube, iTunes, JOOX, dan lainnya.

"Kami tidak pernah mendapatkan sepeser pun hak kami. Itulah permasalahannya selama 10 sampai 12 tahun. Baru sekarang kami dapat memerdekakan hak-hak kami yang sempat tersandera dan kita ingin memperjuangkannya dimana hal terpenting kita tahu seperti apa laporannya. Royalti mau Rp 1 pun nggak apa-apa yang penting itu hasil kerja, hasil keringat kita,"Ujar El Ari keyboardist Elkasih mewakili personil lain dalam jumpa pers yang digelar di kantor label Nagaswara, Johar, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Elkasih ingin menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan selama ada transparansi. Sayangnya sampai saat ini pihak yang telah menguasai lagu-lagu Elkasih selama 10 tahun belum mau diajak duduk bareng untuk mencarikan solusi terbaik dari permasalahan ini.

Sementara lagu-lagu Elkasih selama satu dekade dikomersialkan. “Mereka nggak bisa diajak ngobrol. Kita komunikasi dengan El Ibnu, dia bilang lagu kita harus dilindungi oleh Nagaswara,” papar El Ari.

 

Sumber : sindonews.com