Blatter Beberkan Skandal Piala Dunia & Korupsi FIFA

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 29 Okt 2015, 15:20:50 WIB | dibaca : 422 pembacaOlahraga

Blatter Beberkan Skandal Piala Dunia & Korupsi FIFA

Presiden FIFA, Sepp Blatter terjerat skandal korupsi di tubuh FIFA

 

Moskow - Presiden FIFA nonaktif Joseph Blatter atau Sepp Blatter akhirnya membeberkan mengapa Amerika Serikat membuat serangan ke Federasi Internasional Asosiasi Sepak Bola (FIFA). Sebab, menurut Blatter, Amerika gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia. AS mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun FIFA malah memilih Qatar. FIFA juga menetapkan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Blatter menyebutkan Presiden Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) Michel Platini menggunakan pemilihan tuan rumah Piala Dunia itu untuk mendorong AS memorak-porandakan FIFA. "Platini memulai konflik ini. Ketika berkembang menjadi politik, masalahnya tidak lagi Platini melawan saya," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia, TASS.

Platini memanfaatkan AS untuk kepentingan politiknya untuk menggusur Blatter. "Sebab, ia ingin menjadi Presiden FIFA, tapi ia tidak berani bertarung menjadi presiden," tutur Blatter.

Blatter menambahkan, UEFA ingin mendominasi FIFA sejak lama. UEFA berkehendak mengubah organisasi FIFA. "UEFA ingin membuat FIFA kelompok dari enam federasi saja. Konfederasi lain takut UEFA akan menguasai karena mereka punya uang dan pemain," kata Blatter.

Selain itu, Blatter mencatat, Inggris akhirnya turut menyerang FIFA karena alasan sama. "Inggris kalah oleh Rusia. Mereka gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia. AS kalah oleh Qatar," ucapnya. Meskipun mendapat serangan bertubi-tubi, Blatter yakin FIFA akan tetap bertahan. "FIFA bukan perusahaan komersial. Jadi apa yang mereka lakukan bersama Swiss, mereka menciptakan serangan ini melawan FIFA dan Presiden FIFA.

Kejaksaan Agung Amerika Serikat tengah melakukan penyelidikan terhadap skandal korupsi FIFA. Jaksa mempertanyakan pembayaran uang sebesar $ 2 juta dari Blatter ke Platini. Inggris juga akhirnya turun tangan atas kasus ini. Inggris menahan semua pejabat FIFA agar tidak bepergian ke luar negeri.

Skandal ini mengakibatkan geger pada tubuh FIFA. Buntutnya, FIFA menggelar kongres luar biasa untuk memilih pengganti Presiden Blatter. Kongres itu akan digelar di Zurich pada 26 Februari 2016. Hingga saat ini, enam kandidat secara resmi tercatat maju sebagai calon presiden. Di antaranya Michel Platini.

sumber : tempo