Geram Lagunya Dipakai Politik, Rihanna "Ancam" Donald Trump

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 08 Nov 2018, 09:10:08 WIB | dibaca : 42 pembacaHiburan

Geram Lagunya Dipakai Politik, Rihanna "Ancam" Donald Trump

Terang-terangan menyatakan tak suka ketika Donald Trump menggunakan lagunya untuk kepentingan politik, Rihanna mengancam akan membawa Presiden Amerika itu ke ranah hukum. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)

Jakarta - Rihanna ternyata tak suka lagunya "Don"t Stop The Music" digunakan Donald Trump dalam urusan perpolitikan oleh Presiden Amerika Serikat itu.

Tak tanggung-tanggung, penyanyi kelahiran Barbados ini mengirimkan Trump surat yang berisi permintaan agar ia berhenti menyetel lagu Rihanna dalam kampanye politiknya . Surat itu sekaligus memberi Trump ancaman hukum dengan melaju ke persidangan apabila Trump gagal memenuhi permintaannya hingga waktu yang ditentukan.

Dalam surat yang diperoleh oleh Rolling Stone, tim hukum wanita bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty itu pun melayangkan peringatan kepada penasihat Gedung Putih.

"Telah menjadi perhatian kami bahwa Presiden Trump menggunakan komposisi musik dan rekaman utama [Rihanna], termasuk lagu hitnya "Don"t Stop the Music", sehubungan dengan sejumlah acara politik yang diadakan di seluruh Amerika Serikat," tulisnya dengan lugas.

Lebih lanjut, tim Rihanna menegaskan bahwa pendiri Fenty Beauty tidak pernah memberikan persetujuannya kepada Trump untuk menggunakan musiknya.

"Seperti yang Anda ketahui atau harus Anda ketahui, Nona Fenty belum memberikan persetujuannya kepada Trump untuk menggunakan musiknya. Penggunaan demikian tidak tepat," lanjutnya.

Merasa dirugikan, tim Rihanna khawatir penggunaan musik sang bintang dapat menimbulkan misinterpretasi para penggemar.

"Penggunaan musik Nona Fenty yang tidak sah tersebut menciptakan kesan yang salah bahwa Nona Fenty berafiliasi dengan, terhubung dengan atau terkait dengan Trump."

Surat itu beranjak hanya sehari setelah Rihanna mengetahui sang Presiden menyetel "Don"t Stop the Music" di Chattanooga, Tennessee.

Menurut koresponden Washington Post, Philip Rucker, masyarakat sangat menyukai langkahnya untuk memainkan lagu itu.


Terang-terangan menunjukan rasa ketidaksukaannya, Rihanna menanggapi reporter tersebut dengan tegas, "Tidak akan lebih lama lagi, saya atau pengikut saya tidak akan pernah berada di, atau sekitar salah satu dari aksi-aksi tragis itu, jadi terima kasih untuk pemberitahuannya, Philip!"

Penyanyi "Diamonds" itu diketahui punya pandangan politik yang berseberangan dengan Trump. Rihanna adalah pendukung partai Demokrat, sedangkan Trump adalah bagian dari Republik.

 

Sumber : cnnindonesia.com