Gua Rancang Kencono Dikembangkan Jadi Objek Wisata Sejarah

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 16 Apr 2018, 13:26:38 WIB | dibaca : 44 pembacaWisata

Gua Rancang Kencono Dikembangkan Jadi Objek Wisata Sejarah

Ilustrasi gua. (Foto: CNNIndonesia/Windratie)

Jakarta -- Pihak Pengelola Desa Wisata Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan Gua Rancang Kencono sebagai salah satu objek wisata sejarah.

Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Gunung Kidul, Winarsih, mengatakan gua itu telah digunakan oleh manusia dari tiga zaman yang berbeda. Mulai zaman prasejarah hingga manusia modern.

"Gua ini sudah dihuni sejak 3.000 tahun yang lalu dengan temuan bukti tulang manusia oleh arkeolog UGM," kata Winarsih, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (15/4).

Ia menyebutkan beberapa puluh tahun yang lalu saat warga menemukan gua tersebut ada beberapa fosil tulang belulang manusia dan beberapa artefak batu berbentuk arca macan dan arca nandhi (sapi).

Saat ini, Winarsih menambahkan, penemuan tersebut disimpan di Situs Bleberan dan sebagian lagi disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Desa Bleberan, Tri Harjono, mengatakan gua itu terbagi menjadi tiga ruangan utama. Ruangan pertama berupa mulut gua, ruangan kedua berupa ruangan dengan luas sedang, dan ruangan ketiga merupakan ruangan paling dalam dan paling sempit.

"Di mulut gua yang terdapat banyak stalaktit dan stalakmit, diduga menjadi tempat tinggal manusia dalam waktu yang cukup lama," kata Tri.

Ruangan kedua, Trimanambahkan, merupakan ruangan berukuran 3 x 3 meter yang menurut kisah turun temurun pernah digunakan sebagai tempat bersembunyi prajurit Kerajaan Mataram Islam saat berperang melawan Belanda.

Selain itu, di ruangan ini terdapat bongkahan batu berbentuk seperti meja yang digunakan sebagai tempat bersemedi.

Ruangan terakhir terdapat prasasti di bagian dinding gua bertuliskan isi janji prajurit. Janji prajurit yang tertulis dalam prasasti Prasetya Bhinnekaku ini dicetak dengan latar warna hitam dengan tulisan berwarna putih dan simbol merah putih di bagian tengah.

Menurut legenda, penamaan Gua Rancang Kencono berasal dari kisah Kiai Putut Linggabawa, Kiai Sorengpati, dan Kiai Kromowongso dari Mataram yang menggunakan tempat ini untuk mengatur serangan ke Belanda. Dalam bahasa jawa, "Rancang" berarti perencanaan dan "Kencono" memiliki arti emas.

Untuk menikmati keindahan gua dan air terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu. Harga itu sudah termasuk parkir dan toilet.

"Sebagian hasil retribusi untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata Sri Getuk. Ke depan, kami berharap pengunjung bisa belajar sejarah di Gua Rancang Kencana," ujar Tri.

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)