Ini Bahayanya Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 12 Okt 2017, 14:39:01 WIB | dibaca : 130 pembacaKesehatan

Ini Bahayanya Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud

Membersihkan kotoran telinga menggunakan cotton bud malah membahayakan/Foto: thinkstock

Jakarta, Telinga merupakan salah satu indera yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, tanpa keberadaan indera tersebut, maka secara otomatis mengakibatkan seseorang menjadi tuli. Untuk itu, penting untuk menjaga telinga tetap sehat. Lantas ketika membersihkan telinga dengan cotton bud, sudah tepatkah?

"Di dalam liang telinga kita ada rambut yang rambut itu sebenarnya saat kita makan atau bicara, bergerak ke arah daun telinga. Jadi sebenarnya kotoran telinga terdorong," ucap dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan dari RS Permata Depok, dr Linda Herliana, SpTHT-KL, Mkes kepada detikHealth.

"Nah kalau pakai cotton bud, kotoran yang tadinya terdorong itu jadi berhenti kan, akhirnya menggumpal. Jadi sering pasien yang datang ke kita justru yang kotorannya yang sudah menggumpal, yang keras, yang penuh dan berbau. Sebenarnya simpel hanya karena cotton bud," lanjut dr Linda, sapaan akrabnya.

Menurut dr Linda, sebagian besar kotoran yang berada di daun telinga sebenarnya menguap. Nah biasanya bagi yang Muslim, cukup dibersihkan pada saat berwudhu tanpa perlu korek-korek menggunakan cotton bud.

Seberapa sering idealnya membersihkan telinga, dr Linda mengatakan bahwa masing-masing orang memproduksi kotoran atau serumen yang beda-beda. Biasanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas atau bisa juga karena infeksi seperti batuk atau pilek.

"Jadi kalau memang dirasa nggak nyaman, tidak dikorek karena akan memperberat. Jadi kalau memang ingin membantu supaya kotorannya keluar ditetesin saja seperti olive oil, ditetesin sedikit di daun telinga, baru miringkan kepala. Jadi tetesan itu yang masuk ke dalam bukan langsung frontal," tutur wanita kelahiran Nganjuk 13 April 1980 ini.

Namun, apabila tipe kotoran telinga yang sudah menggumpal, keras, yang memang benar-benar sulit dikeluarkan bisa ke dokter spesialis THT setahun sekali untuk dievaluasi, atau bisa 6 bulan sekali jika produksi kotorannya banyak.

 

Sumber : detik.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)