Ini Bukti Labuan Bajo Pernah Berada di Dalam Laut

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 15 Mar 2019, 11:07:01 WIB | dibaca : 25 pembacaWisata

Ini Bukti Labuan Bajo Pernah Berada di Dalam Laut

Foto: Gua Batu Cermin di Labuan Bajo. (Dikhy Sasra/detikcom)

Jakarta - Labuan Bajo adalah gerbang pariwisata ke Pulau Komodo. Di masa lalunya, Labuan Bajo dan sekitarnya pernah berada di bawah permukaan laut.

Ada bukti yang tersimpan kokoh di Ibu Kota Manggarai Barat ini, yakni Gua Batu Cermin di Kampung Wae Kesambi. Letaknya tak jauh dari pusat kota, sekitar 4 kilometer saja. Lokasi mudah diakses menggunakan mobil.

Sebagai tempat wisata di Labuan Bajo, kawasannya cukup tertata. Setelah membayar tiket Rp 20 ribu dan biaya pemandu wisata Rp 50 ribu untuk satu grup, kami memulai perjalanan. Pemandu bernama Markus (32) menjelaskan berdasarkan materi pokok, diselingi humor sesekali.

Tim detikcom yang ikut Teras BRI Kapal Bahtera Seva III memulai langkah di lintasan pejalan kaki, Minggu (24/2/2019). Di kanan dan kiri, ada bambu berduri, orang sini menyebutnya bambu to"e (Bambusa blumeana).

Batu-batu besar berjajar, ada yang berbentuk seperti jamur payung raksasa. Batu besar bagian atas bisa seimbang meski sekilas seperti bertumpu di titik kecil, seperti payung yang bertumpu pada gagangnya.

Tibalah kami berlima di mulut gua. Puncak gua memaksa pengunjung untuk mendongak, karena posisinya menjulang 75 meter. Setelah melewati 25 anak tangga, terlihat stalaktit menjuntai dan stalakmit menyembul.

Mengenakan helm kuning, kami mulai masuk sisi gelap gua ini. Kontan saja, "Duk!" Kepala disambut oleh kerasnya batu. Aman! Helm ini masih cukup kuat menjadi pelindung.

"Menurut sejarahnya, gua ini ditemukan oleh orang Belanda bernama Theodor Verhoeven tahun 1951," kata Markus sambil memegang senter.

Entah apakah Verhoeven sang misionaris sekaligus arkeolog itu menemukan gua ini sendiri tanpa bantuan warga lokal atau tidak, yang jelas memang nama Verhoeven yang dikenalkan sebagai penemu gua ini. Verhoeven juga dikenal karena temuannya di Liang Bua, gua di sudut lain Pulau Flores ini, yang belakangan menjadi tempat ditemukannya subfosil Homo floresiensis alias Hobbit yang menghebohkan itu.

Markus melanjutkan langkah hati-hatinya di kegelapan Gua Batu Cermin ini. Dia menyorot ke bawah dan ke depan. Cahaya ponsel kami turut menerangi lantai gua supaya kami tak terantuk. Lorong sempit memaksa kami tunduk berjongkok atau merangkak. Sampailah Markus pada dinding gua yang tersusun oleh fosil-fosil kerang.

"Menurut Verhoeven yang menemukan fosil kerang dan karang di sini, gua ini berada di dalam laut pada zaman dulu. Namun karena gempa bumi maka daratan naik," kata Markus.

Jadi, Labuan Bajo adalah fenomena dasar laut yang terangkat ke daratan. Di kalangan geologi, ini disebut sebagai tektonisme.

Gua ini juga memiliki semacam ruang terbesar di dalamnya, ada banyak cekungan di langit-langitnya. Tak hanya kerang, ada pula fosil kura-kura di sini. Untuk yang satu ini, saya baru paham setelah diberitahu bahwa batu yang menempel di langit-langit adalah fosil kura-kura, kurangnya cahaya juga memengaruhi pengamatan.

Bau-bau kotoran kelelawar tercium di kegelapan. Kami sampai di ruang pembiasan cahaya. Di ketinggian ada lubang tempat masuknya sinar matahari. Inilah yang membuat gua ini disebut sebagai gua batu cermin, karena bila cahaya tepat menembus lubang dan memantul ke bebatuan, maka efek pembiasan yang ditimbulkan bisa seperti cermin. Untuk saat ini, kami hanya melihat pilar cahaya.

"Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke sini adalah bulan Mei hingga Agustus, karena matahari tepat berada di lubang gua, jadi pilar cahaya bisa membiaskan sinar seperti cermin," kata Markus.

Stalagmit dan stalaktit di mana-mana. Di antara batu-batu kerucut itu, ada yang bisa dijadikan alat musik. Dipukul dengan tangan, bunyinya nyaring di kesunyian gua, hampir seperti suara bonang dalam gamelan.

Kami berjalan terus menelusuri lorong sempit. Tak terasa, keindahan alam ini berakhir dalam perjalanan 50 menit. Usai menyusuri gua, kami melahap makanan yang dijual di luaran area gua ini.

Gua Batu Cermin sangat direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan yang datang ke Labuan Bajo. Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.

 

Sumber : detik.com