Ini Rumah Fosil dan Patung Ganesha Tidur di Jawa Tengah

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 11 Okt 2018, 13:16:54 WIB | dibaca : 86 pembacaWisata

Ini Rumah Fosil dan Patung Ganesha Tidur di Jawa Tengah

Foto: Fosil-fosil itu aneka hewan di Grobogan (Akrom Hazami/detikTravel)

Purwodadi - Kendati lokasinya pinggiran tapi geliat wisatanya patut diacungi jempol. Adalah Desa Wisata Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Wisata andalannya bukan seperti pada umumnya, di sana ada Rumah Fosil Banjarejo hingga Patung Ganesha Tidur. Menurut Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik, predikat desa wisata tampak dari geliat wisata yang terus dieksplorasi.

Desa ini menampilkan potensi yang dimiliki untuk jadi ikon wisata, mulai dari fosil purba sampai yang terbaru, Patung Ganesha Tidur. Selain warga bisa mengenal fosil sebagai wisata edukasi, juga bisa memanfaatkan patung ganesha tidur untuk spot swafoto (selfie photo).

"Silakan berwisata ke Banjarejo. Ada fosil yang tersimpan rapi dan patung ganesha tidur. Setiap hari ramai, terutama di akhir pekan dan hari libur panjang," tutur Taufik di rumahnya yang disulap jadi museum, Rumah Fosil Banjarejo kepada detikTravel baru-baru ini.

Saat hari biasa, kunjungan wisatawan bisa mencapai sekitar 100 orang. Sedang pada akhir pekan bisa sampai 1.000-an orang.

Patung Ganesha Tidur di Desa Wisata Banjarejo, Grobogan, Jateng (Akrom Hazami/detikTravel)


Warga memang telah bertekad mengembangkan wisata di desanya, mulai merawat dengan teliti ribuan fosil yang ada. Tercatat, jumlahnya mencapai sekitar 1.300 fosil yang telah teridentifikasi, serta 500 yang belum teridentifikasi.

Bentuk perawatannya mulai rutin membersihkan serta memberinya cairan kimia khusus agar fosil tidak rusak. Fosil dipajang rapi di etalase rakitan sampai memasang gading gajah purba dengan rapi. Tak begitu luas, tapi Rumah Fosil Banjarejo bak museum.

Ada layar televisi yang memperlihatkan fosil asli desa. Fosil-fosil itu didominasi gajah, banteng, serta hewan laut seperti hiu banteng dan hiu putih dengan perkiraan dari Zaman Plestosen awal.

"Dari kajian arkeologi, Banjarejo dulunya sekitar 2 juta tahun lalu adalah laut dangkal, dengan arus tenang. Kedalaman laut saat itu sekitar 1-15 meter. Kemudian, 1,5 juta lalu jadi pantai. Daratan pun mulai ada," beber Taufik menyinggung sekilas sejarah adanya banyak fosil di desanya.

Sebelum ada Rumah Fosil Banjarejo, warga tidak melestarikan temuan fosil. Baru pada 2015, fosil dilestarikan dan disimpan rapi di tiga tempat yakni di Rumah Fosil Banjarejo, Balai Desa Banjarejo yang berdampingan dengan patung ganesha tidur, serta di rumah anggota Komunitas Peduli Fosil Banjarejo.

Menyoal Patung Ganesha Tidur, adalah bentuk kreativitas pemerintah desa bersama warga setempat agar fosil di Banjarejo juga dikunjungi. Di patung ganesha tidur, biasanya wisatawan menikmatinya dengan swafoto dengan memanfaatkannya sebagai latar belakang foto, bahkan pengelola juga menyediakan jasa foto di lokasi.

Rumah Fosil Banjarejo (Akrom Hazami/detikTravel)


"Selain wisatawan bisa melihat fosil juga bisa mengunjungi patung ganesha tidur. Kalau fosil saja, kurang menarik. Ramai sekali. Habis lihat fosil, wisatawan foto-foto di patung ganesha tidur," ungkap ayah tiga anak ini.

Patung Ganesha Tidur berukuran panjang 11 meter, lebar 1 meter dan tinggi 4,5 meter. Patung berwarna emas, pembuatan patung ganesha dilakukan dengan beberapa alasan yakni patung tersebut sebagai simbol pernah bersinggahnya masyarakat animisme, Hindu dan Buddha di Desa Banjarejo.

Seorang wisatawan asal Blora, Asih mengaku sengaja datang ke Banjarejo sebab selain lokasinya tak jauh dari rumahnya juga tempatnya menarik karena tak biasa. Dia datang bersama tiga orang kerabatnya menggunakan sepeda motor.

"Baru pertama ke Banjarejo. Selain bisa tahu binatang purba fosil, juga bisa mengunjungi wisata patung ganesha tidur. Kesannya, wisata Banjarejo bagus," kata Asih.

Untuk mencapai desa ini, dari arah pusat Kota Purwodadi, wisatawan bisa melalui Jalan Raya Purwodadi-Blora lalu berlanjut ke Jalan Wirosari-Kuwu dan menuju Kradenan hingga sampai di lokasi. Perjalanannya kira-kira memakan waktu selama 2 jam perjalanan.

 

Sumber : detik.com