JK Rowling Bantu Bintang "Harry Potter" Hadapi Anorexia

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 11 Okt 2018, 09:41:21 WIB | dibaca : 45 pembacaHiburan

JK Rowling Bantu Bintang "Harry Potter" Hadapi Anorexia

Penulis JK Rowling disebut berperan besar saat Evanna Lynch, pemeran Luna Lovegood dalam serial "Harry Potter" berjuang melawan anorexia. (Foto: REUTERS/Suzanne Plunkett)

Jakarta - Aktris Evanna Lynch yang dikenal berkat peran uniknya sebagai Luna Lovegood dalam rangkaian Harry Potter membuka kisah kelamnya. Dia mengaku pernah menderita gangguan makan.

Gangguan tersebut dialaminya saat dia remaja, di usia 11-12 tahun, tepat ketika dia menjalani karakter sebagai Luna.

Dalam salah satu episode Dancing with the Stars, melansir Digital Spy, Lynch menyebut JK Rowling, penulis serial Harry Potter, berperan amat besar membantu perjuangannya saat itu.

"Siapapun yang pernah menderita gangguan makan tahu bagaimana sakit itu mengambil alih kehidupanmu. Satu-satunya hal yang bisa mengalihkan perhatianku adalah serial Harry Potter," ungkap aktris 27 tahun tersebut.

Pertama kali Lynch mengakui sakitnya adalah pada 2016, menyebabkan dia menghabiskan dua tahun di klinik sejak 2006 untuk melawan anorexia nervosa.

"Aku tidak pernah merencanakan terkena gangguan makan. Tetapi aku segera tahu kamu bisa mendapatkan perhatian darinya. Orang akan berkata padaku, "luar biasa bagaimana kamu terus-menerus berolahraga","

"Aku kelaparan sepanjang hari, kedinginan setiap waktu. Namun hukuman itu [kelaparan dan kedinginan] membuatku merasa layak," ungkap Lynch.


Rowling disebut Lynch terlibat dalam proses penyembuhannya. Salah satu penulis tersukses abad ini tersebut dikatakan kerap menulis surat pada Lynch.

"Buku-buku dan kebaikannya [Rowling] membuatku ingin hidup lagi. Aku suka perasaan membuat sesuatu dan berakting, lebih dari perasaan punya tubuh kurus atau menjadi sempurna," tutur aktris Irlandia itu.

Anorexia nervosa, biasa disebut anorexia saja, merupakan salah satu gangguan makan paling umum. Biasa menyerang gadis-gadis remaja yang terlalu terobsesi dengan tubuh kurus sehingga membiarkan diri kelaparan, atau memuntahkan makanan, sampai akhirnya menjadi terlalu kurus dan kekurangan gizi.

Akhir paling mengerikan dalam skenario anorexia adalah kematian. Selain itu, gangguan makan juga bisa menyebabkan depresi, gangguan mental yang sama berbahayanya.

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)