Kenali Penyebab Disfungsi Ereksi pada Usia Tua dan Muda

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 11 Okt 2018, 10:13:18 WIB | dibaca : 40 pembacaKesehatan

Kenali Penyebab Disfungsi Ereksi pada Usia Tua dan Muda

Ilustrasi disfungsi ereksi (Istockphoto/Staras)

Jakarta - Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan mimpi buruk bagi para pria. Kondisi ini membuat kaum Adam secara terus menerus tak bisa mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual. Ujung-ujungnya, hal ini bakal memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan pria dengan pasangan.

Disfungsi ereksi dapat terjadi pada pria usia muda maupun tua. Hanya saja, penyebabnya cenderung berbeda.

Gangguan ini secara umum dapat disebabkan oleh faktor medis dan juga psikologis. Medical News Today menjelaskan, fungsi ereksi dipengaruhi oleh aliran darah, sistem saraf, dan hormon. Gangguan pada salah satu sistem itu dapat menyebabkan fungsi ereksi.

Sementara itu, dikutip dari Web MD, ahli urologi percaya bahwa faktor fisik menjadi penyebab utama disfungsi ereksi pada pria yang berusia di atas 50 tahun.

Hal itu terjadi lantaran ereksi melibatkan pembuluh darah, sehingga kondisi kesehatan yang menghalangi aliran darah ke penis dapat menyebabkan impotensi. Kondisi kesehatan itu antara lain seperti aterosklerosis, penyakit jantung. dan diabetes. Selain itu. pembuluh vena yang rusak juga dapat menghalangi fungsi ereksi.

Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat memengaruhi sistem saraf. Beberapa obat yang mungkin dapat menjadi stimulan di antaranya obat penenang, diuretik, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengobati tekanan darah tinggi, kanker, dan depresi.

Selain obat-obatan, alkohol, rokok, narkotika juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Pada pria yang lebih muda, disfungsi ereksi cenderung terjadi karena faktor psikologis. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti stres, depresi, kelelahan, perasaan tidak mampu, ketakutan pribadi, hingga penolakan dan pelecehan seksual di masa lalu.

Kendati demikian, bukan tak mungkin disfungsi ereksi pada usia muda juga didorong oleh masalah sistem aliran darah, sistem saraf, dan hormon yang disertai beberapa penyakit.

Diberitakan Mayo Clinic, risiko disfungsi ereksi semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, beberapa faktor risiko dapat mempercepat datangnya impotensi. Faktor risiko itu meliputi kondisi kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung, merokok, obesitas, cedera, pemakaian obat-obatan, serta alkohol, dan narkotika.

Saat ini, prevalensi disfungsi ereksi di dunia meningkat seiring pertambahan usia. Sesuai data Asian Journal of Andrology, prevalensi disfungsi ereksi pada usia 20-29 tahun mencapai 15 persen, 30 persen untuk usia 30-39 tahun, dan 41 persen untuk usia 40-49 persen. Sedangkan usia 50-59 tahun mencapai 54 persen dan 70 persen untuk 60-69 tahun.

Penelitian The Global Study of Sexual Attitudes and Behaviours di 29 negara, termasuk Indonesia, menempatkan Asia Tenggara dengan kasus disfungsi ereksi terbesar sebanyak 28,1 persen. Menyusul Asia Timur dengan 27,1 persen dan Eropa Utara 13,3 persen. 

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)