Menjajal Ponsel Layar Lipat Pertama di Dunia

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 11 Jan 2019, 08:47:25 WIB | dibaca : 34 pembacaTeknologi

Menjajal Ponsel Layar Lipat Pertama di Dunia

Flexpai dalam posisi belum terlipat. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

Las Vegas - Masih ingat Flexpai, ponsel layar lipat pertama di dunia? Perangkat ini ikutan mejeng di ajang CES 2019.

Flexpai dan produk buatan Royale Corporation lainnya dipamerkan di booth yang berada di Las Vegas Convention Center (LVCC). Setiap pengunjung diperbolehkan menjajalnya, tentu kesempatan ini tidak detikINET lewatkan untuk ikut mencoba.

Saat menyentuh pertama kali Flexpai rasanya seperti memegang tablet 7 inch pada umumnya. Bodinya cukup ringan, tapi sedikit licin lantaran bagian belakangnya terbuat seperti dari kaca

Bagian atas layar terdapat bezel tebal. Ada kamera di bagian atasnya. Bezel ini cukup berguna sebagai pegangan tangan bila perangkat ini digunakan dalam mode landscape.

Untuk menghidupkan perangkat, cukup tekan tombol power yang berada di bawah. Bila ingin mencolokkan kabel charger, ada port USB type C di samping kiri bodi.

Saat melakukan pengoperasian, transisi layar mulus. Antar mukanya pun simpel, seperti iPhone.

Sampailah waktu pada menjajal layar lipatnya. Dag dig dug seketika melanda. Secara perlahan dengan diliputi rasa sedikit cemas, detikINET membengkokkan ke arah belakang.

Menjajal Ponsel Layar Lipat Pertama di Dunia


Taaraa... ponsel terlipat sempurna. Icon aplikasi seolah tertarik ke layar kecil. Ketika coba menggenggamnya, ukuran Flexpai seperti paspor, masih cukup nyaman.

Kendati tebal, bagian layar yang melengkung tidak begitu mengganggu. Saat menggunakan di tangan kiri, cukup nyaman berada di antara jempol dan telunjuk. Begitu pula saat dipakai menggunakan tangan kanan, bagian melengkung masih nyaman dirangkul oleh ujung jari-jari.

Ketika berada di mode lipat, layar yang aktif hanya salah satu sisi tergantung bagian mana yang dilihat. Sehingga bagian yang tertutup tangan tetap aman meski tersentuh.

Pengoperasian sama lancarnya seperti saat ponsel ini dibentangkan. Aplikasi yang dibuka mengikuti ukuran layar.

detikINET coba menjalankan satu aplikasi, setelah tampil, layar coba dikembalikan ke posisi awal atau direntangkan. Seketika aplikasi ikut berubah, tampil penuh mengikuti ukuran layar.

Demikian sebaliknya, ketika kami putar video dalam mode normal, kemudian layar dibengkokkan lagi, video langsung tampil penuh secara landscape.

Tapi detikINET mendapati ada jeda saat bertransisi dari layar yang terbentang ke terlipat. Jadi video yang telah diputar, begitu layar dilipat, video terhenti. Jadi perlu menekan tombol play untuk melanjutkan.

Kami coba sedikit merenggangkan layar, dan membuatnya seperti tenda layaknya notebook 2-in-1. Video tetap berjalan normal. Jadi makin asik lagi menonton video, karena tidak perlu ada di tangan dan tak butuh penyangga.

Setelah menggunakannya dalam beberapa menit, Flexpai memberikan perspektif baru. Awalnya kami sempat berpikir untuk apa ponsel layar lipat, toh perangkat yang ada sekarang sudah cukup.

Ternyata ponsel layar lipat memberikan kemudahan dan fleksibilitas. Ketika hanya mengirim pesan misalnya, kita cukup menggunakan layar kecil. Begitu ingin menonton video atau membaca e-book, kita tinggal bentangkan layar.

Jadi tidak sabar menanti serbuan ponsel layar lipat yang bakal hadir tahun ini. 

 

Sumber : detik.com