Mitsubishi Naikkan Harga Xpander di Tengah Pandemi Corona

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 20 Mei 2020, 13:39:32 WIB | dibaca : 133 pembacaOtomotif

Mitsubishi Naikkan Harga Xpander di Tengah Pandemi Corona

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan sudah sekuat tenaga menahan kenaikan harga Xpander cs selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Meski demikian mereka berencana menaikkan harga pada Juni.

Kenaikan harga kendaraan pasti dilakukan produsen setiap tahun, namun jadwal penetapannya fleksibel tergantung kebutuhan. Faktor penentu kenaikan harga dipicu banyak hal termasuk inflasi, kurs mata uang, kenaikan biaya produksi, sampai Bea Balik Nama (BBN), kompetisi dan perubahan spesifikasi.

"Terus terang di Mei tidak ada kenaikan harga untuk seluruh model Mitsubishi, namun demikian MMKSI sudah sekuat tenaga mempertahankan harga supaya tidak naik. Tapi efek ekonomi cukup besar mempengaruhi pasar begitu juga ke kurs rupiah, oleh karena itu kami berencana melakukan penyesuaian harga pada bulan depan," kata Imam Choeru Cahya, Kepala Grup Penjualan dan Pemasaran MMKSI, dalam wawancara online, Selasa (19/5).

Imam menyampaikan kenaikan harga pada Juni akan dilakukan hanya untuk dua model yakni Xpander dan pikap L300. Xpander disebut bakal naik Rp2 juta - Rp3 juta, sedangkan L300 sekitar Rp1 juta.

"Tentunya kami mempertimbangkan daya beli masyarakat saat ini, penyesuaian harga kami adjust tidak terlalu tinggi hanya Rp1 juta sampai Rp3 juta," ucap Imam.

Sebelum Mitsubishi beberapa merek lain sudah mengerek naik harga produk pada April lalu, saat kondisi penjualan mobil nasional sedang terpuruk parah. Per April penjualan mobil (wholesales) jatuh hingga 90 persen menjadi 8.000 unit dari Maret 76.800 unit.

Daihatsu salah satu merek yang menaikkan harga pada April, yakni pada Xenia Rp2,1 juta, Terios Rp1,5 juta, serta Gran Max dan Luxio Rp1 juta. Sementara Toyota menaikkan harga Fortuner Rp1,6 juta dan Dyna Rp3 juta.

Honda menyatakan belum menaikkan harga jual produk sejauh ini atas pertimbangan gairah pembelian mobil sedang surut.

 

Sumber : cnnindonesia.com