Pilihan Celana Dalam Pengaruhi Kesuburan Pria

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 10 Agu 2018, 09:50:02 WIB | dibaca : 77 pembacaKesehatan

Pilihan Celana Dalam Pengaruhi Kesuburan Pria

Ilustrasi pakaian dalam. (Jason Redmond)

Jakarta - Bagi pria, celana dalam bukan cuma sekadar underwear. Bukan cuma sekadar berfungsi sebagai pelindung alat genital demi kesehatan. Tapi, lebih dari itu, celana dalam ternyata bisa memengaruhi kesuburan pria.

Penelitian terbaru menunjukkan besarnya ukuran celana dalam pria berdampak pada kualitas sperma yang dihasilkan. Studi yang dipublikasikan dalam Human Reproduction Found Journal itu menyatakan, pria pemakai celana dalam longgar seperti bokser memiliki konsentrasi sperma lebih tinggi ketimbang pria dengan celana dalam yang ketat.

Untuk diketahui, konsentrasi sperma merupakan ukuran kesuburan pria yang ditandai dengan jumlah sperma per milimeter air mani.

Namun, pria yang gemar mengenakan celana dalam ketat memiliki kadar hormon perangsang folikel yang lebih tinggi dibandingkan pria pemakai bokser. Peneliti berpendapat bahwa hormon ini merangsang produksi sperma yang tinggi sehingga membuat testikel bekerja lebih keras sehingga menghasilkan konsentrasi sperma yang lebih rendah.

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 6.565 pria yang mencari pengobatan kesuburan di Massachusetts General Hospital pada kurun waktu 2000 hingga 2017. Para pria yang berusia sekitar 18-56 tahun itu mengikuti pengujian air mani dan sampel darah serta menjawab beberapa pertanyaan soal ukuran celana dalam mereka.

Lebih dari 50 persen, atau sebanyak 345 pria, menyatakan bahwa mereka bisa menggunakan celana dalam jenis bokser. Umumnya, pria-pria ini cenderung lebih muda, lebih langsing, dan kerap mandi air hangat.

Hasilnya, pria dengan celana bokser memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi, 33 persen lebih banyak motil sperma, dan 14 persen lebih hormon perangsang folikel daripada pria dengan celana ketat. Hasil ini didapat setelah peneliti menggabungkan dengan faktor lain seperti merokok dan aktivitas fisik yang dapat memengaruhi hasil.

Peneliti juga menemukan tak ada perbedaan signifikan dalam kerusakan DNA atau hormon reproduksi lainnya di antara dua kelompok pakaian yang berbeda itu.

"Hasil dari penelitian ini sangat praktis. Pria dapat meningkatkan kualitas sperma dengan mengubah jenis pakaian dalam yang mereka kenakan menjadi lebih longgar," ujar ketua peneliti dari School of Public Health Harvard University, Lidia Minguez-Alarcon, melansir CNN.

Konsultan sekaligus dosen endokrinologi di Royal Victoria Infirmary dan Newcastle University, Richard Quinton, juga menyarankan para pria untuk memakai celana dalam yang longgar serta menghindari mandi air panas.

"Ini adalah saran standar yang diberikan kepada pria di klinik kesuburan di seluruh dunia bahwa mereka sebaiknya memakai celana dalam longgar dan menghindari mandi air panas. Studi ini memvalidasi beberapa saran ini dengan cara yang jauh lebih teliti dan berdasarkan bukti," kata Quinton yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Hasil studi ini juga mendapatkan dukungan dari pakar andrologi di University of Sheffield, Profesor Alan Pacey. Menurutnya, penelitian ini mengonfirmasi hasil studi sebelumnya terhadap 2.249 pria yang dipublikasikan pada 2012 lalu.

"Penelitian ini mengonfirmasi keyakinan saya yang sudah lama dipegang bahwa pria dengan kualitas sperma buruk berpotensi memperbaiki keadaan dengan memakai pakaian dalam yang lebih longgar dan menjaga testi mereka," ucap Pacey.

 

Sumber : cnnindonesia.com