Risiko di Balik Cat Kuku Tak Seindah Warnanya

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 21 Okt 2015, 11:30:04 WIB | dibaca : 618 pembacaKesehatan

Risiko di Balik Cat Kuku Tak Seindah Warnanya

Dibalik manfaatnya demi keindahan, terdapat bahaya mengintai dari cat kuku

Memakai cat kuku alias kutek memang disukai wanita karena dapat mempercantik jari jemari. Tetapi, ternyata ada risiko kesehatan di balik warna-warni kuku yang cantik tersebut. Sebuah penelitian kembali menunjukkan bahwa cat kuku bisa melepaskan bahan kimia yang mengganggu sistem endokrin (hormonal) tubuh.

Penelitian terbaru oleh Duke University dan Environmental Working Group (EWG), menemukan banyak cat kuku yang beredar dipasaran mengandung trifenil fosfat (TPHP). Kandungan TPHP tersebut bisa masuk ke dalam tubuh dalam waktu 10-14 jam.  "Ini menjadi masalah karena cat kuku yang dipasarkan untuk para wanita dan gadis remaja diduga mengandung endocrine disruptor, " ujar ilmuwan senior dari EWG, Johanna Congleton.

Endocrine disruptor adalah istilah untuk zat yang dapat mengganggu hormon alami dalam tubuh manusia. Jika sistem endokrin terganggu, maka dapat memengaruhi kesuburan hingga metabolisme tubuh.

Para ilmuwan meneliti 1.500 produk cat kuku, seperti merk Sally Hansen, OPI dan Wet N Wild yang mengandung TPHP. Dalam sebuah penelitian di laboratorium, paparan TPHP memang dapat menyebabkan gangguan endokrin. Bahkan, dalam penelitian pada hewan, paparan TPHP bisa menyebabkan masalah reproduksi dan perkembangan tubuh.

Penelitian terbaru lainnya menunjukkan, TPHP juga bisa menyebabkan peningkatan berat badan hingga obesitas. TPHP diduga dipakai sebagai bahan cat kuku agar cat lebih fleksibel dan tahan lama.  Peneliti dari Universitas Duke Heather Stapleton, menduga penggunaan TPHP untuk mengganti penggunaan phthalates, yaitu bahan yang juga memiliki sifat endocrine disruptor. Bahan kimia itu merupakan racun bagi sistem reproduksi.

"Tapi tidak jelas apakah TPHP alternatif yang lebih baik daripada phthalates. Bukti yang berkembang, TPHP juga dapat memengaruhi regulasi hormon, metabolisme, reproduksi dan perkembangan tubuh," ujar Heather. Menindaklanjuti penelitian ini, EWG pun membuat petisi agar konsumen berhenti menggunakan merek cat kuku terkenal itu yang mengandung TPHP.

sumber : kompas