Rossi Bersumpah Lawan "Orang-orang Spanyol" di Valencia

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 28 Okt 2015, 11:43:26 WIB | dibaca : 718 pembacaOlahraga

Rossi Bersumpah Lawan "Orang-orang Spanyol" di Valencia

Rossi Bersumpah Lawan "Orang-orang Spanyol" di Valencia

Banyaknya dukungan terhadap pebalap Italia Valentino Rossi membuat sang pemuncak klasemen pebalap MotoGP itu bersumpah untuk berjuang pada seri terakhir musim ini, MotoGP Valencia, pada 8 November.

Juara dunia sembilan kali ini mendapat sanksi Malaysia pada Minggu (25/10) karena menyepak sang juara bertahan Marc Marquez hingga terjatuh dari sepeda motornya.

Itu berarti ia harus memulai balap dari belakang grid. Seandainya rival utamanya Jorge Lorenzo menang, maka Rossi harus mampu finis di posisi kedua untuk mengamankan gelar.

Lewat komentar yang dikicaukan pada media sosial, insan-insan olahraga Italia menyatakan dukungannya terhadap Rossi.

Salah satu yang mendukung Rossi adalah bintang rugby Italia Mirco Bergamasco. Bergamasco mengatakan melalui Twitter-nya bahwa itu merupakan langkah yang meragukan dari Rossi namun memberi indikasi bahwa ia gembira melihat insiden ketika Marquez merasakan akibat dari perbuatannya mengganggu pebalap asal negaranya.

Selain itu Pelatih Internazionale Milan Roberto Mancini menulis melalui akun Twitter-nya, "Benak saya tertuju pada Valentino Rossi. Saya harap ia memenangi gelar."

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi bahkan menghubungi Rossi langsung dari Amerika Latin untuk memberikan semangat.

"Membaca semua pesan Anda membuat saya dapat melupakan rasa pahit dan kemarahan dan hari ini, kami akan mulai bekerja untuk Valencia! Terima kasih untuk semua dukungan Anda," cuit Rossi melalui Twitter menjawab dukungan terhadap dirinya.

Tak lepas dari itu, Rossi mengungkapkan dirinya merupakan korban dari skenario orang-orang Spanyol.

Ia mengklaim bahwa Marquez, yang mustahil menjadi juara setelah tampil buruk di musim ini, mencapai tujuannya dengan "permainan kotornya", membantu rekan senegaranya Jorge Lorenzo untuk mendapat posisi yang lebih diunggulkan pada persaingan perebutan gelar dunia 2015.

"Kejuaraan belum usai namun sanksi ini memotong kaki-kaki saya," kata Rossi.

Ia menyebut hukuman itu tidak adil dan mengatakan Marquez membuatnya "kalah pada kejuaraan." Pebalap Spanyol Dani Pedrosa meraih kemenangan di Malaysia sedangkan Lorenzo, yang mengejar mahkota MotoGP ketiganya, menduduki peringkat kedua, diikuti Rossi.

Lorenzo dan Rossi memiliki sejarah hubungan yang tidak harmonis walaupun membalap untuk tim yang sama, Movistar Yamaha. Lorenzo bahkan menjadi satu-satunya orang di Yamaha yang menyudutkan Rossi atas insiden di Malaysia.

Pebalap Spanyol itu mengatakan Rossi seharusnya dihukum lebih keras lagi, namun status megabintangnya telah melindunginya. 

Sumber : CNNindonesia