Sambal Tempoyak Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ini 5 Kuliner Palembang Lain

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 16 Okt 2019, 08:30:49 WIB | dibaca : 115 pembacaKuliner

Sambal Tempoyak Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ini 5 Kuliner Palembang Lain

Foto: istimewa

Jakarta - Sambal tempoyak khas Palembang berhasil menyabet penghargaan Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO. Sambal tempoyak ini bukanlah satu-satunya kuliner enak, ada banyak makanan khas yang lezat.

Sambal tempoyak memang memiliki keunikan yang berbeda dari sambal lainnya. Fermentasi durian ini dibuat sambal yang pedas gurih ini dibuat dari bahan baku durian fermentasi, cabai dan bumbu lainnya. Sambal tempoyak kerap jadi bumbu masak berbagai hidangan khas Palembang.

Membicarakan kuliner khas Palembang bukan hanya sebatas pempek dan sambal tempoyak. Deretan kuliner lain juga siap menggoyang lidah kala menyambangi Bumi Sriwijaya, ada kerupuk kemplang, mie celor, tekwan hingga kue lumpang.

Dilansir dari berbagai sumber, selain sambal tempoyak beberapa kuliner khas Palembang yang unik dan enaknya bikin nagih.

1. Tempoyak

Sambal tempoyak sudah jadi olahan tradisional yang dibuat turun temurun masyarakat Palembang dan beberapa daerah Sumatera Selatan. Baru-baru ini tempoyak menerima penghargaan dalam kegiatan Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Tak Benda. Tentu saja ini menjadi satu kebanggaan masyarakat Palembang.

Tempoyak sendiri adalah sebutan untuk buah durian yang difermentasi. Proses pembuatan tempoyak diawali dengan mengambil bagian daging durian lalu ditaburi sedikit garam dan disimpan selama beberapa hari dalam wadah tertutup.

Setelah durian berubah menjadi asam, barulah bisa dijadikan bahan baku untuk membuat sambal. Tempoyak yang lembut ini siap dicampurkan dengan cabai dan bumbu lain untuk diolah lagi menjadi hidangan.

Masyarakat Palembang biasa mengolah ikan dan ayam dengan bumbu sambal tempoyak ini. Tak hanya populer di Palembang, tempoyak juga jadi makanan khas di Bengkulu, Lampung, Jambi bahkan Kalimantan.

2. Kerupuk kemplang

Jika tak doyan sambal tempoyak, ada camilan renyah dan gurih ini jadi salah satu ikon oleh-oleh asal Palembang selain pempek. Kerupuk kemplang punya rasa gurih karena adonannya ditambah ikan dan udang yang dilumatkan.

Kemplang Palembang ini memiliki beberapa jenis yakni kemplang kerupuk yang bentuknya pipih, kemplang getas yang berbentuk bulat, kemplang panggang dan kemplang keriting. Setiap jenis kemplang ini punya sensasi rasa berbeda saat disantap.

Untuk membuat rasa kemplang gurih, biasanya masyarakat Palembang mengandalkan ikan tenggiri dan ikan gabus. Kerupuk ini paling mudah ditemui di pusat jajanan oleh-oleh. Meskipun agak repot membawanya, kemplang selalu jadi primadona.

3. Mie Celor

Yang tak kalah menarik dari sambal tempoyak adalah mie celor. Olahan mie ini disajikan dengan kuah santan yang kental dan gurih. Tambahan ebi pada kuahnya membuat sajian khas Palembang ini sulit ditolak.

Selain mie dan kuah kental, mie celor juga dihidangkan dengan berbagai pelengkap. Ada irisan telur rebus, irisan seledri, tauge, daun bawang dan bawang goreng. Mie celor sudah seperti pilihan lain kala bosan menyantap pempek.

Bentuk mie yang besar dan lebar membuat mie ini sekilas mirip mie udon khas Jepang. Porsinya sedang sehingga banyak orang menjadikan mie celor sebagai santapan sarapan.

4. Tekwan

Tekwan terbuat dari adonan tepung sagu dan ikan yang dimasak dengan cara direbus. Kenyal gurih tekwan semakin mantap dengan guyuran kuah kaldu udang yang gurih.

Tekwan dilengkapi juga dengan jamur kuping, bihun, bunga sedap malam, irisan bangkuang dan beberapa pelengkap lain. Tekwan paling nikmat disantap hangat-hangat saat cuaca sedang dingin.

Di Palembang, tidak sulit menemukan tekwan enak. Dalam bahasa Palembang, tekwan berasal dari kata "berkotek samo kawan" yang artinya duduk mengobrol bersama teman. Tak heran kalau di Palembang banyak orang berkumpul sambil makan tekwan.

5. Lumpang

Jajanan pasar khas Palembang yang satu ini bentuknya mirip alat dapur yang biasa disebut lumpang. Kue ini memiliki warna hijau yang berasal dari ekstrak daun suji.

Bahan utama untuk membuat kue ini adalah tepung beras, tepung sagu, dan gula. Kue manis ini disajikan dengan kelapa parut. Paduan rasa manis dan gurih kelapa menghasilkan sensasi rasa yang enak.

Di Pelembang,kue lumpang hijau bukan hanya sekedar jajanan pasar melainkan kue yang hadir saat upacara adat. Pesta pernikahan hingga acara keagamaan yang digelar di Palembang selalu menghadirkan kue ini.

Selain lumpang hijau, ada juga lumpang cokelat dan lumpang putih. Dua varian ini dibuat dengan tanpa tambahan ekstrak daun suji melainkan dibuat polos atau dengan tambahan gula merah.

 

Sumber : detik.com