Situs sejarah ditemukan di Kayong Utara

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 06 Feb 2018, 13:36:24 WIB | dibaca : 249 pembacaSeni & Budaya

Situs sejarah ditemukan di Kayong Utara

Ilustrasi - Seorang petugas dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) di Trowulan, meneliti penemuan benda kuno berupa genta yang biasanya dipakai untuk upacara keagamaan umat Hindu atau Budha di Desa Plosowahyu, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (2/12/2011). (FOTO ANTARA/Syaiful Arif)

Pontianak - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur menemukan situs sejarah di Gunung Totek, Desa Dusun Kecil, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

"Kita melakukan kegiatan peninjauan dan pemetaan terkait temuan benda pra sejarah yang ada di Gunung Totek,dari hasil peninjauan, kita sudah berhasil mendapatkan data berupa relief stupa yang memiliki catra, kemudian kita juga berhasil mengidentifikasi relief yang kemungkinan peta yang diukir di batu," kata Kepala BPCB Kaltim Drs Budhy Sancoyo, MA di Sukadana, Kayong Utara, Selasa.

Selain itu, Tim BPCB juga melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi dan mencari barang-barang antik. Kemudian, tim mendapatkan peninggalan berupa keramik, kendi, bahkan emas yang tersisa dari peninggalan-peninggalan sejarah.

"Kita juga telah berhasil mengamankan beberapa artefak, diantaranya ada manik-manik, kemudian anting, cincin, liontin dan beberapa benda lainnya yang nanti akan kita identifikasi," jelasnya.

Ia memperkirakan peninggalan benda-benda itu adalah berasal dari pedagang Tiongkok yang akan berdagang ke Jawa namun singgah ke Pulau Maya dan berteduh beberapa bulan sambil menunggu cuaca bagus melanjutkan perjalanan.

"Ini hal yang sangat menarik sebetulnya, apakah dulu di Gunung Totek ini pernah disinggahi para pedagang dari Tiongkok, atau memang sudah ada penduduk lokal, dan ini yang perlu kita kaji ke depan," kata dia lagi.

Dengan didampangi dari Bidang Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, tim BPCB akan melakukan pengamanan terhadap lokasi ditemukannya peninggalan sejarah tersebut dengan memberikan pagar dan atap agar terhindar dari pelapukan yang diakibatkan dari iklim ekstrim dan berubah-ubah.

"Untuk di Indonesia secara umum terkait hubungan dagang, sudah di mulai dari abad 6 Masehi hingga abad 16-17 Masehi, jadi apakah mereka datang pada abad itu, ataukah pada masa Sriwijaya dan Majapahit, nah itu akan kita teliti lebih dalam lagi, namun kalau melihat dari keramik atau pecahan guci yang telah diserahkan, itu berasal dari abad ke 13-14 Masehi," ujar dia lagi.

 

Sumber : antaranews.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)