Tai, Pegunungan Suci yang Jadi Gerbang Surga

Di Kutip Oleh : PUBinfo Redaksi 24 Jan 2019, 11:42:09 WIB | dibaca : 74 pembacaWisata

Tai, Pegunungan Suci yang Jadi Gerbang Surga

Gerbang surga Taishan (Bonauli/detikTravel)

Taian - Setelah menjelajahi Dai Temple, ada satu destinasi lain yang wajib kamu datangi. Inilah Tai Mountain yang dipercaya jadi gerbang menuju surga.

Tai Mountain atau Taishan adalah pegunungan suci yang berada persis di selatan Dai Temple. Kelenteng Dai dibuat tegak lurus mengahadap Taishan.

Setelah memohon restu kepada God of Tai Mountain di Dai Temple, kaisar di jaman dulu akan langsung bertolak menuju Taishan untuk berdoa. Ritual ini adalah keharusan.

detikTravel bersama Dwidaya Tour melakukan perjalanan sama seperti raja-raja China di jaman itu. Bertolak menuju Taishan, ada beberapa hal yang mesti disiapkan.

Tai, Pegunungan Suci yang Jadi Gerbang Surga


Kawasan pegunungan ini begitu dijaga, sehingga jangan membawa benda-benda tajam, rokok dan pemantik. Usahakan pakai baju tebal karena saat kabut naik, suhu akan turun drastis.

Taishan dipercaya menjadi yang tertinggi di China pada jaman itu. Itulah mengapa, berdoa di atas gunung ini maka doanya akan langsung di dengar oleh dewa langit.

Tai, Pegunungan Suci yang Jadi Gerbang Surga


Nama gerbang surga pun melekat kuat untuk Taishan. Tapi tak sembarangan orang bisa menginjakkan kaki di Taishan jaman itu. Hanya raja yang berhati bersih dan berlaku baiklah yang boleh datang dan berdoa di Taishan.

Kini Taishan dibuka untuk umum dan memiliki grade AAAAA. Pegunungan ini memiiliki tinggi 1.532 meter. Wisatawan bisa memilih menyewa transportasi jika ingin cepat sampai.

Untuk masuk ke Taishan, wisatawan akan dikenakan biaya 127 Yuan atau sekitar Rp 265.385 per orang. Kemudian perjalanan bisa dilanjutkan dengan bus selama 20 menit dengan biaya tambahan 60 Yuan atau sekitar Rp 125.379 PP.

Setelah turun dari bus, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan. Perjalanan bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan kereta gantung atau berjalan kaki.

Kalau mau naik kereta gantung, kamu akan dikenakan biaya 200 Yuan atau sekitar Rp 417.930 per orang untuk perjalanan pergi-pulang.

Tai, Pegunungan Suci yang Jadi Gerbang Surga


Dengan perjalanan 10 menit dengan kereta gantung, wisatawan akan diajak untuk menikmati keindahan Taishan secara perlahan. Saat itu masih early winter, pepohonan mulai meranggas.

Wisatawan lokal biasanya lebih memilih untuk berjalan kaki melewati ratusan anak tangga. Jangan tanya capeknya seperti apa.

Di area ini ada banyak kedai yang dikelola oleh warga sekitar. Isi kedainya bermacam-macam, mulai dari makanan sampai suvenir.

Begitu sampai di gerbang surga selatan, kamu akan langsung disambut dengan kelenteng Bixia. Di kelenteng ini, para wisatawan berdoa untuk keselamatan anak-anak.

Dari gerbang ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam untuk sampai di puncak. Dalam pendakian menuju Jade Emperor Temple di puncak, ada spot menarik untuk berfoto.

Tangga menuju puncak dengan latar pemandangan ke pegunungan menjadi salah satu spot asyik untuk berfoto. Depan gerbang surga juga jadi yang paling ramai untuk jadi tempat berswafoto.

Tumpukan batu prasasti yang diukir oleh para kaisar juga bisa wisatawan temukan. Prasasti ini menjadi peninggalan para kaisar yang pernah menginjakkan kaki di Taishan.

Tai, Pegunungan Suci yang Jadi Gerbang Surga


Tak perlu takut kebelet saat berada dalam perjalanan ini. Karena Taishan punya fasilitas toilet yang ditempatkan dibeberapa titik.

Begitu sampai di Jade Emperor Temple, wisatawan biasanya akan berdoa di depan kelenteng. Ada sebuah lingkaran batu yang berisi gembok dan uang.

Di tempat inilah, wisatawan biasanya melemparkan uang dan berdoa. Sedangakn kelenteng sendiri tidak dibuka untuk umum.

Dari atas sini, kamu bisa melihat pemandangan cantik Taishan. Tapi kalau semakin siang atau sore, kabut akan naik dan pemandangan berubah putih dengan cepat.

Wisatawan yang mau pulang dengan menggunakan kereta gantung dan bus, harus turun sebelum pukul 16.00 waktu setempat. Kalau tidak, resikonya harus turun gunung dengan berjalan kaki.

Menjadi salah satu warisan alam dan budaya yang menarik, Taishan menjaga diri dengan sangat baik. Bahkan sampah sekecil bungkus permen pun tidak ada di sini.

Selain penjagaan yang ketat, wisatawannya juga diberi wawasan untuk menjaga dan melestarikan warisan alam dan budaya mereka. Generasi Indonesia, yuk jangan mau kalah dengan China!

 

Sumber : detik.com