Ancaman Serius Corona ke Bisnis Maskapai: Bangkrut!

By PUBinfo Redaksi 11 Agu 2020, 13:26:25 WIB | dibaca : 71 pembaca

Ancaman Serius Corona ke Bisnis Maskapai: Bangkrut!

Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (Hasrul Nawir/detikcom)

Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bercerita soal mengerikannya dampak pandemi Corona ke sektor transportasi, khususnya pada sektor transportasi udara.

Menurutnya pandemi Corona mengancam banyak maskapai menuju kebangkrutan. Secara umum dia memperkirakan kerugian bisnis transportasi di semua sektor bisa mencapai 30%. Khusus untuk sektor udara, penurunan omzet para maskapai penerbangan bisa mencapai 50% lebih.

"Pandemi merupakan masa suram bagi berbagai bisnis, termasuk transportasi. Bahkan transportasi dan logistik merupakan sektor paling dalam yang alami masalah. Transportasi mengalami situasi parah," ungkap Budi Karya dalam webinar bersama MTI, Selasa (11/8/2020).

"Dalam prediksi penurunan omzet sekitar 30%, bahkan sektor udara lebih dari 50%," paparnya.

Dia mengatakan pembatasan sosial yang dilakukan membuat banyak maskapai tak bisa beroperasi. Belum lagi, banyak orang pun takut berpergian karena sentimen virus Corona.

Budi Karya memaparkan, kondisi ini memberikan ancaman bangkrut kepada para maskapai. Pada sektor penerbangan, dia menjelaskan, bahwa terjadi penurunan kinerja yang tajam sejak Maret dan makin dalam di kuartal II.

"Ini membuat ancaman bangkrut, saya ambil contoh di udara secara umum, dampak pandemi ke industri penerbangan nasional tampak moderat di triwulan satu. Kemudian, turun tajam di bulan Maret, masuk triwulan dua amat berat dan kita harapkan triwulan tiga membaik," jelas Budi Karya.

Dia juga mencontohkan kondisi sektor transportasi udara di luar negeri, Budi Karya menjelaskan di Australia maskapai Virgin Australia terancam bangkrut dan tak mendapatkan dana bantuan.

"Tercatat Virgin Australia, yang terbesar kedua di Australia terancam bangkrut. Mereka juga ditolak minta dana talangan pemerintah," ujar Budi Karya.

Maskapai di Eropa pun menurutnya sudah dua yang terancam bangkrut. Dia menyebut Luthfansa dari Jerman dan Air France KLM yang terancam gulung tikar.

Sementara di Thailand, dia menjelaskan maskapai Thai Airways saat ini menghentikan operasinya karena ada pembatasan aktivitas sosial untuk menekan virus Corona.

"Dua maskapai eropa, Luthfansa dan Air France KLM, terancam gulung tikar. Kemudian Thai Airways lakukan penghentian operasi bulan ini, karena lockdown di Thailand," jelas Budi Karya.

 

Sumber : detik.com