BI Ramal Defisit Transaksi Berjalan 2018 di Level 2,19 Persen

By PUBinfo Redaksi 11 Okt 2018, 11:08:10 WIB | dibaca : 29 pembaca

BI Ramal Defisit Transaksi Berjalan 2018 di Level 2,19 Persen

Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan 2018 akan berada di kisaran 2,19 persen dari PDB. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)

Nusa Dua - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada tahun ini akan berada di sekitar 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut naik dari realisasi defisit neraca transaksi berjalan 2017 yang hanya 1,7 persen dari PDB.

Defisit juga naik dari proyeksi BI sebelumnya. BI sebelumnya memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan 2018 hanya akan berada di kisaran 2-2,5 persen dari PDB. Meskipun berpotensi melebar, Perry mengatakan defisit tersebut masih cukup aman.

"Angkanya masih di bawah 3 persen," katanya di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Agar angka defisit neraca transaksi berjalan tetap terjaga, pemerintah dan BI kata Perry akan meningkatkan koordinasi. Koordinasi dan kerja sama tersebut saat ini sudah mulai jalan.

Dari sisi pemerintah, agar angka defisit neraca transaksi berjalan bisa dikendalikan, mereka telah mengeluarkan kebijakan pengendalian impor. Upaya tersebut dilakukan dengan dua cara.

Pertama, menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) impor atas beberapa jenis barang konsumsi. Kedua, menerapkan kewajiban pencampuran biodiesel pada BBM (B20).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kedua kebijakan itu dapat menghemat banyak pengeluaran devisa. Khusus untuk kebijakan B20, ia memprediksi devisa yang dihemat dan bisa didapat bisa mencapai US$50 miliar dalam lima tahun ke depan.

"Kalau tahun depan kita bisa terima US$20 miliar, 2024 bisa lah US$30 miliar. Ini bisa buat positif defisit transaksi berjalan," tutur Luhut belum lama ini.

Berdasarkan data BI, defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2018 melebar US$8 miliar atau telah mencapai tiga persen terhadap PDB. Sementara, pada kuartal I 2018 jumlah defisit transaksi berjalan masih sebesar US$5,7 miliar atau 2,2 persen terhadap PDB.

 

 

Sumber : cnnindonesia.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, RSS Feed dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Best Payday Loan

    best payday loans online <a href="https://loans2019.us.com/">loans</a& gt; ...

    View Berita Pub
  • Speedycash

    online pay day loans <a href="https://loans2019.us.com/">loans</a& gt; ...

    View Berita Pub
  • Online Payday Loan

    loans <a href="https://loans2019.us.com/">faxless payday loans</a> ...

    View Berita Pub
  • Easy Payday Loan

    payday loans online <a href="https://loans2019.us.com/">payday loans ...

    View Berita Pub