BMKG: Gempa M 3,1 di Pacitan Buktikan Sesar Grindulu Masih Aktif

By PUBinfo Redaksi 08 Nov 2019, 13:26:14 WIB | dibaca : 24 pembaca

BMKG: Gempa M 3,1 di Pacitan Buktikan Sesar Grindulu Masih Aktif

Kantor BMKG (Foto: Farih Maulana/detikcom)

Jakarta - Gempa bumi magnitudo 3,1 terjadi di Pacitan, Jawa Timur, kemarin malam. BMKG menyatakan gempa ini membuktikan Sesar Grindulu masih aktif.

"Meskipun gempa ini tidak terlalu berdampak, tetapi gempa dengan pusat di daratan Pacitan menjadi bukti penanda bahwa struktur Sesar Grindulu masih aktif sehingga patut untuk diwaspadai," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Jumat (8/11/2019).

Daryono mengatakan mekanisme sumber gempa ini adalah sesar geser (strike slip) dengan arah timur laut-barat daya. Mekanisme ini sesuai dengan karakteristik Sesar Grindulu yang memang merupakan sesar geser.

Dia mengatakan jalur Sesar Grindulu belum dipetakan secara rinci. Menurutnya, gempa yang terjadi semalam bisa jadi momen penting untuk identifikasi Sesar Grindulu lebih komprehensif.

"Jika perlu ada kajian sejarah kegempaan purba (paleoseismologi) yang terekam dalam lapisan batuan yang berusia ribuan tahun sepanjang Sungai Grindulu barangkali dapat membantu memberikan petunjuk mengungkap periodisitas gempa kuat yang pernah terjadi dipicu struktur sesar ini pada masa lalu. Kajian perlu dilakukan supaya jangan sampai Sesar Grindulu kecolongan seperti Sesar Opak di Yogyakarta yang ternyata aktif kembali memicu peristiwa gempa besar pada 27 Mei 2006," ujar dia.

Dalam beberapa literatur hasil kaiian, jalur Sesar Grindulu melintasi 5 kecamatan, yakni Kecamatan Bandar, Nawangan, Unung, Arjosari, serta Donorojo. Sesar mayor sendiri memiliki sesar-sesar minor yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pacitan. Beberapa ahli menduga Sesar Grindulu yang membelah Kabupaten Pacitan ini strukturnya mencapai lereng Gunung Wilis di Kabupaten Ponorogo.

Daryono mengingatkan mitigasi perlu dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya bangunan rumah dengan struktur kuat dan aman saat terjadi gempa bumi. Dia mengatakan konstruksi rumah menggunakan kayu dan bambu bisa jadi alternatif dengan harga relatif lebih murah.

"Gempa bumi tidaklah membunuh dan melukai tetapi bangunan tembok lemah yang rubuh dan menimpa penghuninya yang menimbulkan korban," ucapnya.

Daryono mengatakan wilayah Kabupaten Pacitan termasuk salah satu kawasan paling rawan gempa tektonik di Jawa Timur. Pacitan masuk kategori risiko tinggi karena berhadapan dengan zona Megathrust selatan Jawa dan juga terletak di jalur Sesar Grindulu. Sehingga penting dilakukan kajian bahaya dan risiko gempa di wilayah ini.

Diberitakan sebelumnya, gempa terjadi pada Kamis (7/11) pukul 21.27 WIB. Pusat gempa berada di darat, 4 km arah tenggara Pacitan. Gempa terjadi di kedalaman 11 km. Titik koordinat gempa tercatat di 8,23 Lintang Selatan (LS) dan 111,13 Bujur Timur (BT).

 

Sumber : detik.com