BNPB : Ratusan Warga Jadi Korban Banjir di Bangka Tengah

By PUBinfo Redaksi 09 Feb 2016, 09:28:28 WIB | dibaca : 275 pembaca

BNPB : Ratusan Warga Jadi Korban Banjir di Bangka Tengah

Ilustrasi.

Bangka Tengah, -- Ratusan warga korban banjir di Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung dievakuasi ke gedung bekas milik PT Timah karena rumah mereka terendam air dengan ketinggian mencapai 3 meter.

"Pihak desa menggunakan gedung bekas milik PT Timah untuk menampung korban banjir," kata Dani, tim tanggap darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bangka Tengah, hari ini, Selasa (9/2), seperti dilansir Antara.

Dani menjelaskan, ratusan warga diminta meninggalkan rumah sementara waktu karena debit air terus naik setelah hujan yang terus mengguyur sejak Minggu (7/2) hingga Selasa pagi (9/2).

"Saat ini petugas kami terus melakukan penyelamatan dan mengevakuasi korban banjir yang terjebak di rumah mereka dengan menggunakan perahu karet," ujarnya.

Menurut Dani, proses evakuasi korban banjir dibantu sejumlah warga desa dan aparatur desa setempat. Petugas kesehatan juga disiagakan di tempat penampungan sementara korban banjir bandang tersebut.

Bantuan terus mengalir dari warga baik berupa tenaga maupun sembilan bahan pokok bentuk bantuan darurat. "Saat ini petugas kami tetap siaga dan kami mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan karena hujan belum berhenti," tutur Dani

Sementara itu, seorang petugas PLN dilaporkan meninggal dunia terseret arus banjir bersama mobilnya saat melakukan pengecekan tiang listrik di Desa Puput, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah.

Dani mengatakan, mobil petugas PLN tersebut bermaksud digunakan untuk mengadang arus air yang mengalir deras ke jalan raya. "Namun mobil itu terseret banjir bandang di Simpang Gedong dengan ketinggian air beberapa meter," katanya.

Menurut Dani, banjir bandang memang menenggelamkan sebagian besar rumah penduduk di Desa Puput dan sejumlah desa lainnya. "Banjir melanda seluruh kabupaten dan puluhan desa terendam air. Sejumlah ruas jalan dan jembatan juga putus diterjang banjir," ujar Dani.

 

Sumber: cnnindonesia