BPBD: Langsung Mengungsi Jika Sirine Tsunami Berbunyi

By PUBinfo Redaksi 03 Mar 2016, 14:27:02 WIB | dibaca : 354 pembaca

BPBD: Langsung Mengungsi Jika Sirine Tsunami Berbunyi

Ilustrasi.

LUBUK BASUNG, SUMBAR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengimbau warga setempat untuk mengungsi ke daerah lebih tinggi, jika sirine peringatan tsunami berbunyi setelah gempa.

"Warga yang tinggal di sepanjang garis pantai di Kecamatan Tanjung Mutiara jangan menunggu, jika sirine peringatan tsunami berbunyi langsung mengungsi," kata Kepala BPBD setempat, Bambang Warsito didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Wira Zulfianof di Lubuk Basung, Kamis (3/3).

Ia menegaskan, sirene peringatan tsunami akan berbunyi sebanyak dua kali. Untuk bunyi pertama agar warga meningkatkan kewaspadaan, dan bunyi ke dua warga harus mengungsi ke daerah lebih tinggi.

BPBD sudah membuat jalur evakuasi dan petunjuk yang jelas di daerah itu, jadi warga sudah tahu ke arah mana harus mengungsi.

Di Kecamatan Tanjung Mutiara yang merupakan garis pantai telah dipasang sebanyak sembilan unit sirine peringatan tsunami. Sirine ini berada di Kantor Camat Tanjung Mutiara, Jorong Gasang Kaciak, Jorong Banda Gadang, Pasi Paneh, Ujung Labuang, Muaro Putih, Masang, Labuan dan Subang-subang.

"Kami juga sudah mengadakan sosialisasi dan simulasi bagi warga di daerah itu," ujarnya.

Ke sembilan unit sirine ini berbunyi beberapa menit setelah gempa bumi melanda Kepulauan Mentawai dengan kekuatan 7,8 skala richter pada Rabu (2/3) sekitar 19:45 WIB.

Namun setelah potensi tsunami dicabut oleh BMKG, sirine dimatikan oleh anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD setempat. "Saat sirine berbunyi, sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi di Sungai Nibuang, Cacang dan lainnya. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada bangunan rusak akibat gempa," tambahnya.

Agam dengan 16 kecamatan memiliki garis pantai sepanjang 43 km, dihuni sekitar 22.000 jiwa. Salah seorang warga Tanjung Mutiara, Ifnandes menambahkan, keberadaan sirine ini sangat membantu warga yang berada di sepanjang garis pantai, sehingga mereka bisa mengungsi ke daerah aman untuk menghindari tsunami.

 

Sumber: republika