BPH Migas Dorong Pemanfaatan Gas Bumi di Aceh

By PUBinfo Redaksi 30 Jun 2020, 13:56:49 WIB | dibaca : 59 pembaca

BPH Migas Dorong Pemanfaatan Gas Bumi di Aceh

BPH Migas mengajak DPR RI untuk menjadikan Aceh sebagai kawasan industri berbasis gas, sehingga membangkitkan sektor ekonomi. (Foto: Dok.BPH Migas)

Jakarta - Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa berkunjung ke PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Aceh (29/06). Bersama tim, ia melakukan pengawasan kegiatan usaha niaga gas bumi melalui pipa, yang mana sesuai dengan tugas dan fungsi BPH Migas, sekaligus mengecek pemanfaatan gas bumi di Aceh.

"Kami ke sini untuk melihat langsung bagaimana pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan dalam negeri ini bisa dimaksimalkan. Maka, kita pergi ke Perta Arun Gas, Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pipa Arun Belawan. Supaya ini bisa maksimal semua untuk digunakan baik untuk kepentingan Aceh maupun nasional," ujar Ifan, sapaan M. Fanshurullah Asa.

Regasifikasi LNG di PT Perta Arun Gas diketahui menggunakan fasilitas kilang Arus. Dari luas wilayah bekas LNG Arun (NGL) 1.200 ha, penggunaan oleh PAG sebesar 5 ha, untuk LNG Tank, Regasifikasi Plant dan Filling Station untuk ISO tank. Dari kapasitas desain tangki 450 MMSCFD, saat ini terpakai 125
MMSCFD. Sumber pasokan gas dilaporkan berasal dari Tangguh LNG, Donggi Senoro LNG, dan Badak LNG.

Ifan menyatakan, agar PT PAG bisa meningkatkan gas alam cair atau LNG untuk dimanfaatkan sebagai sumber pasokan untuk pipa gas Arun Belawan maupun kawasan industri lain.

Ia menambahkan, pipa open access Arun-Belawan sepanjang 340 km yang membentang dari Arun di Lhokseumawe hingga Belawan di Sumatera Utara dari kapasitas 200 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) baru terutilisasi atau terpakai sebesar 107,95 MMSCFD, yakni sebesar 54 persen.

BPH Migas yang berupaya menurunkan harga gas untuk industri sesuai Perpres No. 40 Tahun 2019 disebut telah menurunkan inisial tarif pengangkutan gas bumi ruas Arun-Belawan dari $2,53 MSCF menjadi $1,546 MSCF. Untuk itu, Ifan mengatakan pihaknya mengusulkan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga di sepanjang pipa Arun Belawan yang melewati 8 kabupaten untuk meningkatkan utilisasi pipa.

"Potensi sambungan rumah yang bisa dibangun sekitar 1,5 juta sambungan rumah tangga dengan demand kebutuhan gas sebesar 22,2 MSCFD sehingga nanti tidak perlu pakai LPG 3 kg lagi dan BPH Migas selalu menetapkan harga jual jargas di bawah harga gas LPG 3 kg," kata Ifan.

BPH Mfigas (iklan)


Dalam upaya pemanfaatan gas tersebut, Ifan berharap agar DPR turut terlibat menjadikan Aceh sebagai kawasan industri berbasis gas, sehingga memberi dampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara langsung, ia meminta kepada Anwar Idris dan Ridwan Hisjam, anggota DPR RI yang ikut dalam kunjungan untuk membangun kawasan industri berbasis gas.

"Apakah itu nanti di Lhokseumawe atau Lhoksukon untuk nantinya menggerakkan ekonomi. Industri masuk ke sini, kemudian punya nilai tambah. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Aceh bisa lebih baik," ungkap Ifan.

Senada, Ridwan Hisjam menyatakan mendukung usulan tersebut. Namun, ia menegaskan perlu ada perbaikan pada fasilitas agar Aceh dapat dimaksimalkan menjadi kawasan industri yang berbasis gas. Ia pun berjanji membahas usulan ini di DPR.

Terkait cadangan energi nasional di Indonesia yang rendah, Ridwan berharap agar dibangun tangki-tangki penyimpanan di Indonesia. Selama ini, cadangan operasional perusahaan disimpan di negara lain, seperti Singapura.

"Kami Komisi VII menginginkan harus dibangun di sini. Cadangan energi nasional harus ada, saya minta (cadangan untuk) enam bulan. Jangan cadangan ditaruh di negara tetangga dan untuk penetapan cadangan BBM Nasional menjadi tugas BPH Migas sesuai dengan Undang-Undang Migas," jelas Ridwan.

 

Sumber : cnnindonesia.com