BTN Bidik KPR Baru dari Karyawan Blue Bird Rp1 Triliun

By PUBinfo Redaksi 08 Nov 2018, 10:18:58 WIB | dibaca : 51 pembaca

BTN Bidik KPR Baru dari Karyawan Blue Bird Rp1 Triliun

Ilustrasi KPR. (ANTARA FOTO/ Akbar Tado)

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengincar pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik subsidi maupun nonsubsidi dari karyawan dan pengemudi PT Blue Bird Tbk (BIRD) sebesar Rp1 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan BTN menargetkan 20 persen dari total 40 ribu karyawan dan pengemudi Blue Bird di Indonesia atau sekira 8 ribu orang mengajukan KPR hingga akhir tahun. Sejak dibukanya kerja sama itu kemarin Selasa (6/11), kurang lebih 250 pegawai Bluebird sudah mengambil KPR.

Tahun depan, Maryono optimis 60 persen karyawan dan pengemudi Bluebird atau 24 ribu orang terdaftar sebagai pemilik KPR BTN.

"Blue Bird memiliki driver (pengemudi) kurang lebih 32 ribu orang dan karyawan 8 ribu orang, total 40 ribu. Saya yakin dari 40 ribu itu hampir 90 persen belum punya rumah," ujar Maryono di Kantor Blue Bird, Rabu (7/11).

Pada tahap awal, fasilitas KPR terbuka bagi karyawan dan pengemudi Blue Bird di area Jabodetabek. Mereka dapat membeli rumah yang berlokasi di wilayah Parung dan Bogor.

Dalam kerja sama ini, BTN memberikan fasilitas KPR subsidi dengan plafon kredit senilai harga rumah subsidi di kisaran Rp120 juta-Rp148,5 juta. Uang muka atau Down Payment (DP) dimulai dari 1 persen dari harga jual atau sekitar Rp1 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Blue Bird Purnomo Prawiro mengatakan untuk mengakses KPR subsidi karyawan dan pengemudinya harus memenuhi sejumlah syarat. Mereka harus berusia minimal 21 tahun dan telah bekerja sebagai pegawai Bluebird minimal setahun.

"Kami ingin yang dapat kredit KPR BTN adalah orang-orang yang bertahan di Bluebird. Satu sisi yang bertahan dengan income (pendapatan) cukup, kedua dia memang betah (kerja) di Blue Bird," kata Purnomo.

Saat ini, Bank BTN juga menetapkan aturan umum bagi pemohon KPR subsidi, antara lain berpenghasilan Rp4 juta per bulan untuk rumah tapak dan Rp7 juta per bulan untuk rumah susun. Syarat lainnya, pemohon KPR tersebut belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi dari pemerintah dan terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Untuk KPR subsidi, Bank BTN memberlakukan suku bunga rendah dan cicilan ringan dengan bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun.

Sementara untuk KPR nonsubsidi, BTN menawarkan bunga kredit sebesar 8,25 persen untuk tiga tahun pertama dan uang muka mulai lima persen.

 

Sumber : cnnindonesia.com