Cegah Banjir, DPU Bandung Siap Fungsikan Rem Air dan Sungai Mati

By PUBinfo Redaksi 13 Mar 2018, 14:21:06 WIB | dibaca : 232 pembaca

Cegah Banjir, DPU Bandung Siap Fungsikan Rem Air dan Sungai Mati

Jalan Cingised terendam banjir. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Bandung - Pemkot Bandung akan terus berupaya melakukan sejumlah inovasi untuk menanggulangi masalah banjir yang selama ini masih kerap menerjang sejumlah wilayah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arif Prasetya mengatakan banjir yang terjadi selama ini dipengaruhi oleh curah dan lokasi hujan. 

Jika hujan besar terjadi di utara yang terdampak banjir yaitu kawasan Djundjunan (Pasteur), Pagarsih hingga Caringin. Sementara hujan besar berasal dari kota menuju timur, banjir menerjang kawasan Arcamanik, Antapani, Kiaracondong, Gedebage dan titik lain di wilayah timur Kota Bandung.

Arif mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah upaya agar banjir di Bandung dapat teratasi. Seperti halnya mengaktifkan kembali anak dan cucu dari Sungai Cikapundung yang jumlahnya mencapai puluhan saluran. 

"Nah ini kita ingin aktifkan kembali. Tapi dengan catatan jangan sampai saat difungsikan malah banjirnya berubah ke sebelah sana (berpindah). Ini harus kita perhitungkan, teliti lagi, survei lagi," katanya kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (13/3/2018). 

Cara lainnya, kata Arif, adalah kembali meniru peninggalan Belanda yang dulu hidup di Kota Bandung yakni mengaktifkan rem air agar arus air deras dari utara ke pusat kota tidak menyebabkan banjir. 

"Ada beberapa rem air seperti Karangsetra, Taman Maluku, Situ Aksan. Nah oleh kita kan banyak ditutup, nah ini yang harus dihidupkan kembali," ujarnya.

Salah satu lokasi yang akan diaktifkan dalam waktu dekat adalah rem air Sirnaraga. "Kita buka supaya air yang masuk ke Sungai Citepus tidak langsung mengarah ke Djundjunan dan Pagarsih, kita rem dulu," ucapnya. 

Arif menjelaskan dua hal tersebut merupakan solusi yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan banjir. Namun Arif memastikan hal itu tidak bisa dikerjakan secara instan. 

"Kita lihat saja saudara kita di kabupaten (Bandung) sampai sekarang masih terendam (banjir). Kita hanya kewatin saja. Sebetulnya mau bagaimana pun Kota Bandung ini danau purba. Harusnya kita memperbaiki utaranya (kawasan hijau). Biar mau bagaimana pun (upaya), ini (Bandung) bekas danau jadi pasti terjadi (banjir)," tutur Arif. 

 

Sumber: detik.com

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, RSS Feed dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • otaletoruc

    <a href="http://canadian-pharmacyibuy.com">buy cialis online india</a> ...

    View Berita Pub
  • beekmomJat

    online pharmacy [url=http://canadianpharmaciesnnm.com/]drugs for sale[/url] online ...

    View Berita Pub
  • RegechJat

    drug prices comparison [url=http://canadianpharmaciescubarx.com/]canadian viagra[/url] ...

    View Berita Pub
  • Enlambligma

    lady luck <a href="https://onlinecasino888.us.org/">casino games slots ...

    View Berita Pub