Dijaga Aparat, WIKA dan PTPP Tetap Garap Proyek di Papua

By PUBinfo Redaksi 06 Des 2018, 13:24:39 WIB | dibaca : 45 pembaca

Dijaga Aparat, WIKA dan PTPP Tetap Garap Proyek di Papua

Ilustrasi pembangunan jalur Trans Papua. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) tetap melanjutkan pembangunan proyek di Papua, meski terjadi pembunuhan di proyek milik PT Istaka Karya (Persero). Kedua emiten BUMN tersebut saat ini telah bekerja sama dengan aparat keamanan demi keamanan karyawan dan kelancaran proyek di wilayah tersebut.

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan perusahaan memiliki proyek berupa pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura. Selain itu, ada juga pembangunan gedung Bank Indonesia (BI) dan stadion Jayapura.

"Proyek berjalan seperti biasa mengingat kondisi keamanan yang kondusif di wilayah di mana proyek kami berada," ucap Agus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/12).

Menurut Agus, lokasi pembangunan ketiga proyek itu cukup jauh dari lokasi proyek milik Istaka Karya. Proyek Istaka Karya yang mengalami insiden pembunuhan adalah pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Kami selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta melakukan pendekatan dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat, termasuk mengakomodir tenaga lokal diproyekPTPP," ujar Agus.

Agus mengatakan ketiga proyek PTPP di Papua ditargetkan rampung pada awal tahun depan. Saat ini, pengerjaan proyek sudah mencapai 85-95 persen.

Sementara, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Puspita Anggraeni mengatakan pihaknya hanya memiliki satu proyek infrastruktur di Papua, yakni pembangunan jalan Oksibil- Towe Hitam. Sama halnya dengan proyek PTPP, Puspita mengaku proyek jalan itu jauh dari lokasi pembangunan jembatan Istaka Karya.

"Untuk jarak dari lokasi proyek dari Oksibil ke lokasi Istaka Karya tidak bisa ditempuh melalui perjalanan darat, harus pesawat baling-baling jenis cessna caravan," papar Puspita.

Dengan pendampingan aparat keamanan, Puspita meyakini proyek dengan nilai Rp108,56 miliar itu akan tetap berjalan normal saat ini. Lagipula, kata Puspita, proses pengerjaanya sudah hampir selesai.

"Progres Oksibil sejauh ini sudah 88 persen," pungkas Puspita.

Kejadian penembakan terhadap puluhan pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada Minggu (2/12) kemarin sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Merespons kejadian tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghentikan sementara pembangunan jembatan di ruas Wamena sampai Mumugu, Papua. Ia belum bisa memastikan sampai kapan pemberhentian sementara ini berlaku.

"Saya menunggu rekomendasi dari kodam dan kepolisian sebagai penanggung jawab (keamanan) di sana," kata Basuki.

 

Sumber : cnnindonesia.com