Direktur Bulog Temukan 6.800 Ton Beras di Sumsel Tak Layak Konsumsi

By PUBinfo Redaksi 11 Feb 2019, 10:15:54 WIB | dibaca : 47 pembaca

Direktur Bulog Temukan 6.800 Ton Beras di Sumsel Tak Layak Konsumsi

ilustrasi (dok.detikcom)

Ogan - Sebanyak 6.800 ton beras di gudang Bulog Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan tidak layak konsumsi. Selain rusak, ribuan ton beras itu disebut karena sudah terlalu lama mengendap di gudang.

Temukan itu saat Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar saat meninjau langsung gudang bulog di KM 9, Palembang, Sabtu (9/1) kemarin.

"Total ada 6.800 ton beras yang di stok di gudang OKU Timur. Tapi kami belum dapat memastikan berapa banyak stok yang harus dimusnahkan," kata Bachtiar kepada wartawan, Senin (11/9/2019).

Bachtiar menyebut, dari total beras yang rusak itu, setidakya masih ada beberapa ton beras bisa direproduksi ulang. Salah satunya adalah dijadikan pakan ternak.

Bachtiar menyebut pihaknya pun telah membentuk tim yang akan diterjunkan untuk memeriksa ribuan ton beras itu. Sehingga dalam waktu dekat didapat angka pasti berapa banyak stok yang akan dilepas.

"Jika sudah dapat angka pastinya dari tim yang ke lapangan nanti baru kami bisa sebutkan kerugian dari beras turun mutu ini berapa. Berapa yang nantinya memang tidak layak dikonsumsi lagi," katanya.

Dia menjelaskan memang kualitas beras yang sudah lebih dari 2 tahun dipastikan akan turun mutu. Kini bulog memastikan beras yang sudah rusak tak akan pernah disalurkan ke masyarakat.

Bahkan jika ada beras yang mengalami penurunan mutu bulog akan menyeleksi kembali mana yang bisa dimanfaatkan. Apakah untuk pakan ternak, diperbaiki sehingga layak konsumsi atau yang sudah lama dan harus pemusnahan.

"Dalam pembelian ada tata caranya dan kami pastikan ini sesuai kriteria. Seperti untuk beras medium kadar broken 20%, serta kadar air di bawah 14% dan sosoh 95%," katanya.

Secara tegas Bachtiar menyebut beras yang tertahan di gudang OKU Timur itu karena perubahan kebijakan pemrintah. Di mana semula bantuan sosial berupa beras untuk keluarga sejahtera menjadi bantuan pangan non tunai.

"Biasanya bantuan sosial pakai beras Bulog. Namun pada 2017 beralih jadi nontunai. Ini penyebab beras tertahan dj gudang bulog OKU Timur," ujarnya.

Sementara Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkaranin mengaku sudah dapat kabar ribuan beras rusak itu. Dirinya telah memerintahkan Polres OKU Timur untuk menyelidiki apabila ada unsur kesengajaan.

"Laporannya saya sudah terima, kemarin saya minta Kapolres agar menyelidiki ini. Cek apakah ada kesengajaan atau tidak, kalau ada unsur pidana lnya nanti harus di proses," kata Zulkarnain

 

Sumber : detik.com