Hingga Pertengahah Tahun, Asuransi Tani Belum Separuh Target

By PUBinfo Redaksi 19 Jun 2017, 15:09:51 WIB | dibaca : 242 pembaca

Hingga Pertengahah Tahun, Asuransi Tani Belum Separuh Target

ANTARA/Oky Lukmansyah

HINGGA Juni 2017, 353.189 hektare (ha) sawah sudah terdaftar dalam program asuransi usaha tani padi (AUTP). Jumlah tersebut belum mencapai separuh dari total target yang dicanangkan tahun ini, yakni satu juta ha.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Pending Dadih Permana menyebutkan penyebab masih rendahnya lahan sawah yang terdaftar adalah belum tingginya kesadaran para petani untuk mengikuti program kebijakan pemerintah tersebut.

“Karena ini rumusnya adalah kita mengajak petani menyesal duluan. Mengeluarkan uang dulu sebagai antisipasi juka terjadi kerusakan panen,” ujar Pending di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (19/6).

Petani pun, lanjutnya, tidak perlu membayarkan biaya premi secara menyeluruh karena pemerintah telah memberikan subsidi terhadap program AUTP.

Dalam implementasinya, besaran premi AUTP yang ditetapkan per ha per musim tanam ialah Rp180 ribu. Namun, 80% atau Rp144 ribu ditanggung pemerintah. “Petani cukup membayar Rp36 ribu per ha setiap musim tanam.”

Petani, jelasnya, dapat melakukan klaim ganti rugi Rp6 juta per ha jika hasil produksi mereka mengalami tingkat kerusakan hingga 75%.

“Tetapi itu juga masih sulit. Padahal, ketika saya ke lapangan, saya melihat banyak petani yang juga merokok. Biaya premi yang mereka perlu bayarkan hanya seharga dua bungkus rokok,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan kebijakan tersebut, pemerintah pun memaksimalkan peran penyuluh pertanian lapangan untuk mendampingi dan memberikan pemahaman kepada para petani akan pentingnya asuransi terhadap lahan sawah mereka.

Pada 2016, realisiasi lahan sawah yang diasuransikan mencapai 499.962 ha. Hingga akhir tahun, total lahan yang diklaim seluas 10.977 ha dengan nilai Rp65,8 miliar.

Adapun, pada 2015, dimana kebijakan tersebut pertama diterapkan, realisasi lahan sawah yang diasuransikan seluas 233.499 ha dengan total klaim lahan 3.858 ha senilai Rp23,2 miliar.

Tidak hanya padi, pemerintah juga menerapkan program yang sama ke sektor peternakan. Pending mengatakan, pemerintah menargetkan 120 ribu sapi diasuransikan hingga akhir tahun. Hingga saat ini, tercatat 39.219 ekor sapi telah diasuransikan.

Nilai premi asuransi sapi dipatok Rp200 ribu per ekor setiap tahun. Dengan subsidi 80% dari pemerintah, peternak hanya cukup membayarkan premi sebesar Rp40 ribu per sapi per tahun.

“Para peternak dapat klaim jika sapi mereka mati karena penyakit atau tertabrak,” tandasnya.

Pada tahun lalu, total klaim peternak terhadap sapi yang mati atau hilang sebanyak 370 ekor dengan nilai Rp3,1 miliar. (OL-6)

 

Sumber: mediaindonesia

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, RSS Feed dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • penghilang plek ampuh

    kalau sekiranya para ahli kurang boleh pakai tka ...

    View Berita Pub
  • nonton streaming online

    apabila tenaga kerja asing memenuhi kualifikasi dan sesuai kebutuhan perusahaan. ...

    View Berita Pub
  • Custom Essay Services

    I truly esteemed the best quality information you present to your guests, will be ...

    View Berita Pub
  • oakley replica

    good ...

    View Berita Pub