Hingga September 2019, KUR BRI Mendominasi 88,8%

By PUBinfo Redaksi 08 Nov 2019, 14:04:24 WIB | dibaca : 28 pembaca

Hingga September 2019, KUR BRI Mendominasi 88,8%

Foto: BRI (Dok. Bank BRI)

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat Januari hingga September 2019 penyaluran KUR mencapai Rp 77,26 triliun. Penyaluran KUR ini diberikan kepada 3,6 juta debitur.

Angka ini setara dengan 88,83% dari alokasi penyaluran KUR yang ditargetkan pemerintah selama tahun 2019.

"Bank BRI berkomitmen untuk terus fokus dalam melakukan ekspansi bisnis di segmen mikro dengan melakukan strategi go smaller, go shorter, go faster," kata Direktur Utama Bank BRI Sunarso di Jakarta belum lama ini.

Adapun program Kewirausahaan Pertanian menjadi salah satu pendorong penyaluran KUR BRI. Hingga saat ini, Bank BRI telah memiliki 286 daerah binaan di seluruh Indonesia.

Penyaluran KUR yang dilakukan oleh Bank BRI memiliki peranan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil riset social finance dan sustainable finance tentang creating shared value (CSV) terhadap KUR dan Kupedes BRI menunjukkan nasabah menganggap penyaluran KUR dan Kupedes BRI memiliki peran dalam membantu nasabah. Peran ini untuk menciptakan shared value dari proses redefinisi produk dan pasar, serta dari proses perbaikan produktivitasnya.

Sebelumnya, Jokowi menghimbau agar bank-bank besar tidak hanya menyalurkan kredit kepada perusahaan besar saja. Jumlah perusahaan kelas usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) sangat besar, menurut Jokowi, perlu bantuan permodalan dari perbankan.

"Untuk itu saya mengajak bapak ibu semuanya jangan hanya membiayai yang besar-besar saja. Memang enak membiayai yang besar-besar itu. Saya tahu. Sekali lagi jangan membiayai yang besar-besar saja. Ini kalau tepuk tangan artinya bapak ibu semuanya setuju," kata Jokowi.

"Dan jangan membiayai yang itu-itu saja. Tepuk tangan lagi artinya setuju. Dan jangan hanya berkantor di Jakarta saja. Buka cabang di Wamena. Jangan enggan turun ke bawah," tambahnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar bank tidak membiayai hanya perusahaan-perusahaan yang itu-itu saja. Menurut Jokowi ada 60 juta UMKM di Indonesia. Selama ini, yang fokus ke sektor UMKM hanya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (UMKM). Oleh karena itu Jokowi meminta keterlibatan bank-bank besar lainnya.

"Bapak ibu akan rasakan, oh ini Indonesia tidak hanya Sudirman-Thamrin. Memerlukan sentuhan bapak ibu sekalian. Kita tahu, saya tahu, bahwa memberikan ke yang besar itu untungnya besar dan biaya lebih murah. Kalau yang kecil biaya lebih tinggi, capek, untungnya lebih kecil. Saya tahu. Tapi saya mengajak kepada kita semuanya untuk mulai mau memperhatikan mereka untuk masa depan bangsa dan negara kita," tambah Jokowi.

 

Sumber : cnbcindonesia.com