Kemendikbud Klaim Hilangnya "Atapers" Hasil Revolusi Mental

By PUBinfo Redaksi 15 Mar 2019, 09:41:19 WIB | dibaca : 15 pembaca

Kemendikbud Klaim Hilangnya "Atapers" Hasil Revolusi Mental

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Hilmar Farid. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)

Jakarta - Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyebut hasil gerakan Revolusi Mental yang paling fenomenal adalah tidak ada lagi penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang naik di bagian atap gerbong alias Atapers.

Dia mengatakan pada 2013 masih ada penumpang yang duduk di atap. Namun, kata dia, hal itu kini sudah tak ada lagi.

"Revolusi Mental paling fenomenal yang bisa kita lihat, walaupun enggak ada programnya, itu adalah perubahan di Commuter Line. Tahun 2013 orang masih naik di atap, Pak. Sekarang enggak ada. Bersih," ujar Hilmar dalam diskusi di gedung eks Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan , Jakarta, Kamis (14/3).

Hilmar menegaskan bahwa Revolusi Mental adalah sebuah gerakan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Bukan program salah satu kementrian atau lembaga negara. Meski begitu, Revolusi Mental tetap terasa dan dapat dilihat di kehidupan sehari-hari.

Menurut Hilmar, salah satu hal yang berdampak pada Revolusi Mental di masyarakat adalah pembangunan infrastruktur. Dia mengatakan ada korelasi antara keduanya.

Pembangunan infrastuktur, tutur Hilman, jangan hanya dilihat dari segi fisik belaka. Ada dampak lain yang juga dirasakan di masyarakat, yakni perubahan perilaku menjadi lebih baik.

"Pembangunan infrastuktur juga jangan dilihat hanya dari segi fisik. Sebetulnya, dia [infrastruktur] mengubah cara pandang. Walaupun tidak diagendakan dengan segala macam program. Tapi efek dari pembangunan infrastuktur itu jelas kontribusinya," kata Hilmar.

Revolusi Mental merupakan slogan yang dikampanyekan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat bertarung di pilpres 2014 lalu. Mereka bertekad membangun sumber daya manusia dengan konsep bernama Revolusi Mental.

Pada 2016, usai memimpin pemerintahan selama kurang lebih 2 tahun, Jokowi menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2026 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Di situs resmi Setkab, inpres itu mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong-royong untuk membangun budaya yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Dikutip dari berbagai sumber, hilangnya Atapers disebabkan oleh rangkaian kebijakan PT KAI Commuter Jabodetabek. Di antaranya, dihilangkannya kelas ekonomi non-AC, pemberlakuan tiket elektronik, penegakkan aturan bahwa kereta tidak jalan selama masih ada penumpang di atap, membuat para Atapers perlahan menghilang.

 

Sumber : cnnindonesia.com