Kemenhub: Mudik Pakai Motor "Kurang Manusiawi"

By PUBinfo Redaksi 28 Mei 2019, 13:50:39 WIB | dibaca : 44 pembaca

Kemenhub: Mudik Pakai Motor "Kurang Manusiawi"

Sejumlah Kendaraan melintasi jalan Kalimalang untuk menuju jalur Pantura. Bekas, Jawa Barat, Selsa, 12 Juni 2018. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta - Setiap tahun pemerintah selalu mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudik menggunakan sepeda motor, tidak terkecuali pada tahun ini. Menurut catatan, motor masih merupakan alat transportasi yang paling banyak terlibat kecelakaan.

Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budii Setiyadi mengatakan 70 persen kecelakaan lalu lintas di Indonesia melibatkan motor. Sementara itu potensi kecelakaan motor saat mudik dinilai semakin besar.

"Motor itu, kalau jarak jauh tidak direkomendasikan, karena biasanya masyarakat kita kan pakai yang cc (kapasitas mesin) kecil, beda dengan yang besar," ujar Budi saat dihubungi, Selasa (28/5).

Prilaku Berbahaya

Budi menjelaskan kendati sudah diingatkan setiap tahun, pada kenyataannya jumlah pemudik menggunakan motor tetap banyak. Potensi berbahaya dinilai membesar ketika hal itu ditambah prilaku pemudik yang sembarangan.

Salah satu prilaku itu yakni melakukan modifikasi tertentu menggunakan kayu, bambu, atau lain sebagainya untuk mengangkut barang bawaan. Menurut Budi perubahan seperti itu berbahaya karena membatasi pergerakan pengendara.

Budi bilang ada sebagian masyarakat yang menikmati perjalanan mudik menggunakan motor, namun dia mengingatkan kenikmatan itu bisa berkurang saat ingin kembali ke kota. Perjalanan jarak jauh menguras stamina, kelelahan juga merupakan faktor pemicu kelalaian berkendara.

"Potensi kecelakaan cukup besar, cenderung membawa barang bawaan cukup banyak. Jadi akumulasinya (mudik menggunakan motor) kurang manusiawi kan kena kena panas, hujan, dan kenyamanan (berkurang)," ucap Budi.

Buat mengantisipasi kebutuhan mudik, Budi mengatakan pihaknya sudah berusaha meningkatkan program "mudik gratis" dari tahun ke tahun. Namun juga dikatakan itu belum bisa mencukupi semua kebutuhan.

Dalam dokumen Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 dari Kemenhub dijelaskan prediksi jumlah penumpang kendaraan pribadi meningkat 9,48 persen menjadi 28,74 juta orang.

Dari kategori mudik menggunakan kendaraan pribadi, Kemenhub memprediksi jumlahnya 10,6 juta unit. Sebesar 64,57 persen (6,85 juta unit) merupakan motor sedangkan 35,43 persen (3,76 juta unit) adalah mobil penumpang.

 

Sumber : cnnindonesia.com