Kemenko PMK Sebut Jatim Terbanyak Terima WNI dari Natuna

By PUBinfo Redaksi 14 Feb 2020, 09:56:49 WIB | dibaca : 106 pembaca

Kemenko PMK Sebut Jatim Terbanyak Terima WNI dari Natuna

Ratusan WNI yang dipulangkan dari China diobservasi di Natuna. (Dok. Kemenkes)

Jakarta - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan WNI yang dikarantina di Natuna terkait Virus Corona paling banyak berasal dari Jawa Timur.

Diketahui, 238 WNI yang dipulangkan dari China rencananya akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing pada 15 Februari setelah selesai menjalani masa observasi.

"Jawa Timur paling banyak," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2).

Secara total, kata dia, ada 29 Provinsi yang akan menjadi tujuan para WNI itu. Sebelumnya, mereka akan diterbangkan dulu di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan empat pesawat TNI.

Lebih lanjut, Agus memastikan pemerintah pusat sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan berbagai skenario saat para WNI ini tiba di tempat tujuan.

"Sudah (koordinasi) dengan Kemendagri dan sebagainya. Jadi hari ini juga dengan Kemendagri pemerintah perwakilannya atau penghubungnya sedang dikumpulkan bahkan ada grup dengan dinas-dinas kabupaten setempat menyiapkan diri," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan Pretty Multihartina memastikan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di 29 Provinsi terkait kepulangan WNI ini.

Untuk saat ini, pihaknya hanya memastikan kesehatan para WNI ini terjaga hingga 15 Februari.

"Iya. Pada tanggal 15 besok akan diperiksa lagi untuk jam 12 sesuai standar yang ditentukan, diperiksa maka itu sudah boleh pulang," kata dia.

Berdasarkan data yang didapat CNNIndonesia.com, ada 65 WNI yang diobservasi yang akan dipulangkan ke Jatim.

Wilayah lainnya yang memiliki banyak warga yang diobservasi di Natuna di antaranya ialah Kalimantan Utara (19 orang), DKI Jakarta (16 orang), Sulawesi Tengah (16 warga), Kalimantan Timur (15 orang), Aceh (13 orang), dan Jawa Tengah (10). Sementara, 22 daerah sisanya di bawah 10 orang.

 

Sumber : cnnindonesia.com