Kemensos Gandeng KPK Pantau Penyaluran Bansos agar Tepat Sasaran

By PUBinfo Redaksi 20 Mei 2020, 11:27:52 WIB | dibaca : 87 pembaca

Kemensos Gandeng KPK Pantau Penyaluran Bansos agar Tepat Sasaran

Foto: Kemensos

Jakarta - Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengecek langsung proses bantuan sosial (bansos) Bantuan Presiden di dua titik. Adapun KPK turut hadir untuk mengawasi proses penyaluran bantuan sosial sembako agar lebih tepat sasaran, sekaligus mengacu pada pedoman dan memastikan tidak ada tindak penyelewengan di lapangan.

Adapun 2 titik yang menjadi lokasi bantuan pada Selasa (19/5/2020) itu adalah Cipete Utara dan Pondok Labu. Tercatat penyaluran bansos sembako di RW 02 Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, untuk 13 RT, yaitu tahap I sebanyak 709 paket, tahap II kedua (beras) 704 paket, serta tahap III 1.361 paket.

Untuk penyaluran bansos tahap III di DKI Jakarta ada total 2,1 juta KK. Di mana, sebanyak 1,3 juta KK menggunakan anggaran dari Kemensos dan 850 ribu KK dari anggaran Pemprov DKI.

"Pada proses penyaluran bansos sembako tahap III di DKI Jakarta menggunakan data by name by address, juga dipastikan tidak tumpang tindih dengan data pada tahap sebelumnya," ungkap Juliari dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Dibandingkan dua tahap sebelumnya, dalam penyaluran bansos tahap III terjadi penambahan penerima bansos, hal itu karena ada data baru yang diusulkan oleh RT RW dan kelurahan.

"Saya kira itu bagus, ada penambahan penerima bansos di tahap III. Itu artinya semakin akurat dibanding dua tahap sebelumnya. Jadi, wajar saja kalau di tahap pertama masih terjadi trial and error," tuturnya.

Sementara itu, untuk di lokasi kedua yaitu Pondok Labu, Bansos disalurkan bagi 1.734 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 553 paket bansos dan secara simbolis diserahterimakan kepada 5 RT. Berdasarkan data di wilayah Pondok Labu tercatat sudah disalurkan bansos sembako dari Presiden sebanyak 3 tahap, serta baru sekali dari Pemprov DKI Jakarta.

"Pesan dari Presiden Jokowi untuk memastikan warga menerima sembako tahap III telah beres disalurkan sebelum lebaran tiba. Seusai lebaran masih ada 3 tahap penyaluran sembako lagi," jelasnya.

Sebagai bagian dari ikhtiar pengawasan, Kementerian Sosial juga mengajak Ketua KPK Firli Bahuri untuk bersama meninjau proses penyaluran bansos di DKI Jakarta, sekaligus melakukan dialog secara langsung dengan para penerima bansos.

"Saya mengajak KPK meninjau proses penyaluran bansos. Ini sejalan dengan instruksi Presiden agar kami yang ditugasi menyalurkan bansos ada pendampingan dari institusi seperti KPK, BPKP, LKPP saat pengadaan," kata Juliari.

Sejalan dengan keterangan Juliari, Ketua KPK menyatakan kedatangannya untuk melaksanakan fungsi pengawasan.

"Kami sengaja datang pada penyaluran bansos untuk memberikan kepastian bahwa setiap warga negara memiliki hak menerima bantuan dengan berpegang pada prinsip bantuan harus tepat sasaran," ucap Firli.

Berdasarkan pada surat pedoman pelaksanaan program bantuan sosial data penerimaan bantuan sosial adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Jika ditemukan warga yang layak menerima, padahal tidak masuk DTKS wajib dimasukan. Sebaliknya jika ada nama di DTKS, tapi sudah tidak layak menerima harus dikeluarkan. Bansos harus tepat sasaran," pungkasnya.

Turut hadir pada penyerahan bansos tersebut Sekjen Kemensos Hartono Laras, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin dan Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali.

 

Sumber : detik.com