Kemhub Investigasi Insiden Sayap Robek Lion Air di Bengkulu

By PUBinfo Redaksi 08 Nov 2018, 10:14:06 WIB | dibaca : 41 pembaca

Kemhub Investigasi Insiden Sayap Robek Lion Air di Bengkulu

Insiden Lion Air di Bengkulu Foto: Dok. Romidi Karnawan

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) memastikan akan melakukan investigasi terkait insiden patahnya sayap pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 633, Rabu (7/11) malam. Pesawat jurusan Bengkulu-Jakarta itu menyenggol tiang di landasan pacu bandara.

"Akan dilakukan investigasi oleh Inspektur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Inspektur Bandar Udara dan Inspektur Navigasi Penerbangan guna melihat penyebab kejadian dan langkah tindak lanjut yang tepat," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara M Pramintohadi Sukarno, Rabu (7/11) malam. Saat ini pesawat dan pilot telah di-grounded untuk keperluan investigasi.

Usai insiden, pesawat yang membawa penumpang 145 orang itu akhirnya terpaksa kembali ke terminal keberangkatan. Para penumpang diberangkatkan denganpesawatLion Air lainnya pada sekitar pukul 22.10 WIB.

"Kami telah menginstruksikan kepada Kabandara untuk memastikan maskapai penerbangan memenuhi kewajiban sesuai ketentuan dengan memberikan kompensasi atas keterlambatan penerbangan kepada penumpang," ujar Pramintohadi.

Pesawat Lion Air JT 633 sedianya akan berangkat dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta. Namun insiden terjadi saat sayap kiri pesawat bernomor registrasi PK-LGY itu menyenggol tiang parking stand 3 yang berada di depan gedung VIP Bandara Fatmawati.

Salah satu penumpang Batik Air, Romidi Karnawan menuturkan kejadian pesawat Lion Air itu membuat jadwal penerbangan lainnya terimbas. Romidi mengatakan pesawat Lion Air itu dijadwalkan terbang sekitar pukul 17.50 WIB, sementara Batik Air, yang dia tumpangi terbang sekitar pukul 18.00 WIB.

"Sekitar pukul 18.30 kedua-duanya pesawat itu sudah di bandara. Perkiraan kami pukul 19.00 kita terbang," kata Romidi kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon.

Namun, sampai pukul 19.00 WIB, Romidi dan penumpang Batik Air lainnya belum juga dipanggil untuk menuju pesawat. Menurut dia, karena penasaran para penumpang melihat ke arah landasan pacu dari balik jendela ruang tunggu.

"Karena enggak bisa bergerak, penumpang bertanya-tanya, sudah cukup lama soalnya. Ternyata dia (pesawat Lion Air) menabrak tiang lampu, kaya lampu neon gitu," ujarnya.

 

Sumber : cnnindonesia.com