Komisi III Dukung Sistem Penuntutan Tunggal

By PUBinfo Redaksi 12 Okt 2017, 10:10:51 WIB | dibaca : 135 pembaca

Komisi III Dukung Sistem Penuntutan Tunggal

Jaksa Agung HM Prasetyo -- MI/Susanto

KOMISI III DPR mendukung Kejaksaan Agung untuk mengefektifkan asas single prosecution system atau sistem penuntut­an tunggal. Tujuannya men­ciptakan transparansi dan objektivitas penanganan perkara dalam rangka integrated criminal justice system sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Ke­jaksaan.

Hal itu menjadi salah satu kesimpulan dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung, kemarin.

Wakil Ketua Komisi III DPR Tri­medya Panjaitan mengatakan, jika seluruh penegak hukum patuh pada peraturan perundang-undangan, semestinya semua be­kerja sesuai koridor. Dengan begitu, imbuhnya, semestinya ke­wenangan penuntutan semua tindak pidana termasuk korupsi dikembalikan ke kejaksaan, sedangkan penyelidikan dan penyidik­an dikembalikan ­ke polisi.

“Saat ini KPK memang diberikan kewenangan penyelidikan, pe­nyidikan, dan penuntutan. Ya, itu disebabkan situasi pem­­berantasan korupsi di Indo­ne­sia dipandang darurat. Jadi, idealnya ke depan harus ada re­visi terkait undang-undang yang mengatur kejaksaan, kepolisian, dan KPK untuk penataan sistem hukum,” ungkapnya.

Revisi undang-undang itu, sambung dia, bisa saja dimunculkan dalam rekomendasi Pansus Angket KPK dan dapat ditindaklanjuti pemerintah. “Kita lihat saja perkembangannya gimana.”

Dalam pemaparannya, Jaksa Agung Prasetyo membantah diri­nya telah meminta kewenang-an penuntutan yang dimiliki KPK ditiadakan dan kemudian dikembali­kan ke kejaksaan.

Prasetyo merasa pernyataannya telah disalahartikan media massa. Akibatnya, ia merasa dirugikan atas pemberitaan itu.

“Terkait rencana pengalihan kewenangan penuntutan yang diberikan ke kejaksaan, mungkin media kita ada yang salah dengar. Antara lain yang berkenaan dengan viral dan sempat muncul di media termasuk media sosial yang waktu itu dikatakan bahwa Kejagung meminta fungsi pe­nun­­tutan KPK dikembalikan ke ke­jaksaan. Kita hanya menjawab pertanyaan Komisi III. Sempat dipelesetkan,” ujar Prasetyo.

Tantangan berat
Prasetyo mengatakan upaya di­rinya menyampaikan kebenar­an menghadapi tantangan berat. Seperti saat itu, ia hendak mem­be­ri masukan kepada sistem penegakan hukum dan KPK agar penegakan hukum berjalan sesuai koridor. Ia kala itu mem­bandingkan pemberantasan korupsi di Malaysia dan Singapu­ra dengan di Indonesia.

“Ini indikasi bahwa upaya menyampaikan kebenaran guna melakukan perbaikan lembaga penegak hukum khususnya KPK masih harus menghadapi tantangan berat, terutama berkenaan dengan pemahaman dan opini yang telah terbentuk di tengah sebagian masyarakat,” katanya.

Prasetyo juga menganggap upa­yanya menyampaikan kebenaran itu merupakan dinamika antarpe­negak hukum untuk melaksana­kan tugas-tugas. “Kami anggap hal tersebut se­bagai dinamika untuk melakukan penataan. Bagaimana agar proses hukum tidak dilaksanakan dengan justru melanggar hukum dan undang-undang,” ucapnya.

Dalam rapat kerja sebelumnya dengan Komisi III DPR pada Senin (11/9), Prasetyo bercerita bagai­ma­na pemberantasan korupsi di Malaysia dan Singapura. Ia me­ngatakan, meski kedua negara itu memiliki aparat penegak hukum khusus untuk memberantas korupsi, kewenangan penuntutan tetap berada di kejaksaan.

“Baik KPK Singapura maupun Malaysia terbatas pada fungsi penyelidikan dan penyidikan saja. Meskipun KPK Malaysia memiliki fungsi penuntutan, dalam melaksanakan kewenangan tersebut harus mendapat izin terlebih dahulu dari Jaksa Agung Malaysia,” ujarnya. (X-10)

 

Sumber: mediaindonesia

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, RSS Feed dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • EssayCorp

    The incipient organism place that is known for the BMW Stadium recorded a territory ...

    View Berita Pub
  • umroh sunnah

    terima kasih atas informasinya, dengan begini sy mudah sekali mengecek keberangkatan ...

    View Berita Pub
  • Jane Emerald

    memang agak mahal sih, tapi lumayan daripada tidak lewat jalan tol..luama banget... ...

    View Berita Pub
  • Jane Emerald

    benar itu Pak, semoga Allah selamatkan generasi muslim Indonesia ...

    View Berita Pub