KPK-Dubes Australia Bahas Pencegahan Korupsi Sektor Swasta

By PUBinfo Redaksi 19 Feb 2019, 10:05:06 WIB | dibaca : 27 pembaca

KPK-Dubes Australia Bahas Pencegahan Korupsi Sektor Swasta

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, Senin (18/2). Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief mengatakan dalam pertemuan tersebut secara khusus dibahas mengenai pencegahan korupsi di sektor swasta.

"Pembahasan terkait korupsi di sektor swasta, karena walaupun bagaimana pun Indonesia dan Australia akan meneken kesepakatan dagang yang besar, yaitu Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) sehingga, oleh karena itu menjadi perhatian Kedutaan Australia di Indonesia," kata Laode di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta.

Laode menjelaskan upaya ini merupakan kelanjutan kerja sama antara pemerintah Australia dan Indonesia sebelumnya. Menurutnya, pihak Australia sudah banyak membantu dalam kerja sama pencegahan korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan korupsi untuk investigasi finansial.

Dengan adanya kerja sama, Laode mengatakan, pihaknya berharap semua investasi Australia yang masuk di Indonesia dapat berjalan dengan baik tanpa ada hal-hal negatif. Hal ini lantaran selama ini banyak pihak swasta yang melakukan suap untuk mendapatkan kemudahan berinvestasi di Indonesia.

Meski demikian, Laode melanjutkan, Australia sudah mampu menangani korupsi dan memiliki pelayanan masyarakat yang baik. Hal ini karena Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Australia sangat tinggi yakni mencapai angka delapan.

"Jadi uang-uang suap pelicin itu sudah sangat jarang terjadi (di Australia)," katanya.

Sementara itu, Gary mengatakan pihaknya senang dengan kemajuan yang dilakukan KPK dalam kerja sama ini. Ia mengaku, Australia memiliki sejarah panjang dengan KPK.

Gary pun mengatakan akan terus mendukung Indonesia. Dengan kedekatan yang ada, ia mengaku kerja sama ini akan berlangsung lebih efektif.

"Kesalahan-kesalahan yang kita buat di masa lalu kemudian dijadikan pelajaran, kami melakukan kerja sama untuk memperbaiki iklim usaha," kata Gary.

 

Sumber : cnnindonesia.com