LIPI Ungkap Untung RI Gandeng China dkk Buat Vaksin Covid-19

By PUBinfo Redaksi 30 Jul 2020, 09:37:37 WIB | dibaca : 105 pembaca

LIPI Ungkap Untung RI Gandeng China dkk Buat Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin virus corona. (iStockphoto/Halfpoint)

Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membeberkan manfaat empat kerja sama Indonesia dengan perusahaan dari luar negeri, termasuk dari China dan Korea Selatan dalam pengembangan vaksin virus corona Covid-19.

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto menyambut positif empat kerja sama tersebut. Sebab patut diingat belum tentu vaksin tersebut bisa manjur dan aman bagi manusia meski sudah masuk ke uji klinis tahap III.

"Sebetulnya bagus  dengan adanya kerja sama ini karena kita tidak tahu persis apakah keempat vaksin ini bisa lindungi seluruh segmen masyarakat dari semua kelompok umur dari kemungkinan terjangkit Covid-19," kata Wien dalam webinar LIPI, Selasa (28/7).

Wien mengingatkan adanya potensi bahwa vaksin hanya manjur dan aman untuk kelompok umur tertentu. Kelompok umur lainnya membutuhkan vaksin yang berbeda.

Wien mengatakan kerja sama ini diperlukan agar Indonesia memiliki banyak opsi vaksin yang dapat digunakan di Indonesia.

"Jadi targetnya spesifik. mungkin ada vaksin yang cocok untuk seluruh umur, dari anak-anak sampai usia lanjut. Namun ada kemungkinan sebuah vaksin hanya efektif dan aman digunakan untuk kelompok umur tertentu," ujar Wien.

Wien membuka kemungkinan bahwa vaksin memang bisa tidak 100 persen efektif. Oleh karena itu, kerja sama harus banyak dilakukan agar orang yang tidak mendapatkan stimulan antibodi dari satu vaksin, tetap bisa menggunakan vaksin lainnya.

"Lalu bagaimana bagi mereka yang tidak dapat manfaat dari vaksin misalnya dari Sinovac, maka mereka harus dapat vaksinasi dari vaksin yang lain yang mampu memberikan perlindungan efektif ke mereka," kata Wien.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik  LIPI, Agus Haryono mengatakan kerja sama untuk menghadirkan vaksin Covid-19 di Indonesia merupakan bentuk keberhasilan diplomasi.

Kerja sama dengan luar negeri ini juga termasuk transfer knowledge dan pengalihan teknologi sehingga memperkuat indonesia untuk menciptakan vaksin sendiri dalam waktu yang dekat.

"Dengan mendatangkan kerja sama tersebut, kita bisa amankan keberadaan vaksin di Indonesia secepat mungkin," kata Agus.

Agus mengatakan kerja sama dengan luar negeri juga akan membuat Indonesia memiliki banyak kandidat vaksin. Jadi apabila satu vaksin gagal dalam uji klinis, Indonesia masih memiliki kandidat vaksin lainnya.

"Sehingga kalau pun ada vaksin yang tidak berhasil dalam uji klinis, kita punya kandidat lain untuk mempercepat penanganan Covid-19," kata Agus.

Sebelumnya, ada empat kerja sama yang terjalin mulai tahun ini. Pertama, kerja sama antara PT Bio Farma melalui holding BUMN farmasi dengan Sinovac Biotech Ltd dari China.

Kedua, kerja sama antara PT Kalbe Farma dengan Genexine Consortium Korea Selatan. Uji klinis tahap pertama sudah dilangsungkan keduanya di Korea Selatan pada Juni 2020.

Ketiga, Bio Farma dengan Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovation/CEPI), sebuah kerja sama antar pemerintah dan swasta di tingkat global yang berbasis di Norwegia.

Bentuk kerja sama ini berupa transfer teknologi formulasi vaksin yang telah dikembangkan oleh CEPI ke Bio Farma. Targetnya, Bio Farma bisa menjadi satu dari daftar 10 perusahaan yang bisa memproduksi vaksin CEPI di masa mendatang.

Keempat, kerja sama antara PT BCHT Bioteknologi Indonesia dengan China Sinopharm International Corporation (Wuhan Institute of Biological Product). Kerja sama ini berupa uji klinik tahap pertama dan kedua di RS Rujukan Covid-19 dan sudah dimulai di China sejak April 2020.

 

Sumber : cnnindonesia.com