Luhut Klaim Petinggi Dunia Puji Ekonomi Indonesia

By PUBinfo Redaksi 11 Okt 2018, 11:20:22 WIB | dibaca : 56 pembaca

Luhut Klaim Petinggi Dunia Puji Ekonomi Indonesia

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengklaim sejumlah pejabat tinggi internasional yakin ekonomi RI berada pada kondisi yang tak mengkhawatirkan. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim sejumlah pejabat tinggi internasional yakin ekonomi Indonesia berada pada kondisi yang tak mengkhawatirkan. Hal itu berbeda dengan kritik dari pelaku ekonomi dan politik dalam negeri.

Sebagai Ketua Pelaksana Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Luhut bercerita, selama beberapa hari terakhir bertemu dengan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan banyak hal soal isu ekonomi, mulai dari kondisi ekonomi global, perang dagang, sampai ekonomi Indonesia.

Menurut Luhut, kedua pejabat tinggi lembaga internasional itu menilai ekonomi Indonesia cukup baik di antara negara-negara berkembang lain.

"Ini menurut mereka (Lagarde dan Kim), saya hanya ambil quotes (kutipan) saja. Mereka berkali-kali bilang, melihat Indonesia suatu fenomena yang hebat. Indonesia beruntung punya dia (Presiden Joko Widodo)," ujarnya.

Bahkan, Luhut mengaku bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan berpendapat hal yang sama. Menurut pucuk pimpinan Negeri Tirai Bambu, ekonomi Indonesia berjalan bagus karena telah melakukan sejumlah reformasi kebijakan ekonomi. Amnesti pajak terbukti membuat rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 16 persen.

Tak hanya itu, Luhut juga memamerkan pemerintah telah berfokus mendorong pembiayaan infrastruktur. Hal itu dilakukan bersama Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Salah satunya, melalui pembentukan skema blended finance senilai lebih dari US$10 miliar.

Blended finance merupakan wadah khusus yang menampung pendanaan dari berbagai sumber. Tujuannya, khusus untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Dia minta pemerintah memberi guarantee (jaminan) reformasi aturan. Presiden kencang kalo soal begitu," tegasnya.

Kendati demikian, dia mengaku pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang masih akan terus berlanjut, seiring ketegangan perdagangan global.

"Jadi ekonomi kita baik baik saja kok. Rupiah berapa? trade war (perang dagang) akan panjang. Di AS mengenai mid term election (pemilihan jangka menengah) dan pertemuan G20, bisa damai gak Jinping dan Trump, (kalau tidak) ya makin parah," jelasnya.

 

Sumber : cnnindonesia.com