Maba Dibentak, Kemendikbud Ingatkan Rektor Unesa soal Kampus Merdeka

By PUBinfo Redaksi 16 Sep 2020, 10:05:11 WIB | dibaca : 67 pembaca

Maba Dibentak, Kemendikbud Ingatkan Rektor Unesa soal Kampus Merdeka

Unesa (Foto: Esti Widiyana/detikcom)

Surabaya - Mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dibentak-bentak oleh seniornya saat menjalani ospek karena tidak memakai ikat pinggang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi model ospek "bentak-bentak" ini.

"Oh iya (bakal dievaluasi) makanya saya langsung telepon rektor (Unesa)," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani ketika dihubungi detikcom, Selasa (15/9/2020).

Paristiyanti menegaskan ospek bertujuan agar mahasiswa baru terbiasa dengan situasi di perguruan tinggi. Sehingga perlunya evaluasi jika ospek yang diterapkan masih berupa model bentak membentak.

"(Ospek) untuk pengenalan (kampus) agar mahasiswa baru itu adaptif terhadap situasi proses pembelajaran baru di perguruan tinggi," lanjutnya.

"Sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 kan ada kampus merdeka, merdeka belajar," imbuhnya.

Ia menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan Unesa dan panitia yang terlibat dalam ospek tersebut.

"Ibu sudah komunikasi langsung jadi bapak rdan teman-teman panitia (ospek Unesa) sudah langsung rapat dan langsung press rilis hari ini dan kita selalu mencoba menjadi Ibu akademis yang baik bagi semuanya, bahwa ospek adalah orientasi untuk memperkenalkan lingkungan rumah baru bagi mahasiswa," tutur Paristiyanti.

Sebelumnya diberitakan, video tentang ospek mahasiswa baru di Unesa secara daring viral di media sosial twitter. Video itu memperlihatkan mahasiswi baru (maba) dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Video berdurasi 30 detik tentang ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Unesa tahun 2020 itu diunggah oleh akun twitter @skipberat.

Unesa menyayangkan adanya viral mahasiswa senior membentak-bentak mahasiswa baru secara daring saat ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

"Kami menyayangkan kejadian tersebut, namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa," kata Rektor Unesa Nurhasan dalam keteranan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (15/9/2020).

Sementara langkah penanganan sendiri, kata Nurhasan, saat ini pihaknya bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Serta seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Sehingga, diharapkan dapat tercipta lingkungan institusi pendidikan yang kondusif dan aman demi terciptanya lulusan berkualitas," jelasnya.

 

Sumber : detik.com