Mau Sekolah SMA 1 Tahun di Luar Negeri? Begini Caranya

By PUBinfo Redaksi 10 Feb 2016, 11:00:48 WIB | dibaca : 233 pembaca

Mau Sekolah SMA 1 Tahun di Luar Negeri? Begini Caranya

Ilustrasi.

JAKARTA – American Field Service (AFS) menyediakan program pertukaran pelajar SMA ke 32 negara di seluruh dunia. Pertukaran ini tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan tapi ilmu budaya di negara masing-masing juga.

Direktur Eksekutif Yayasan Bina Antarbudaya, Nina Nasution menerangkan, program ini sebenarnya hanya diperuntukkan bagi para pelajar SMA kelas X. Para calon peserta pertukaran harus terlebih dahulu mendaftarkan diri secara online di website www.bina-antarbudaya.or.id.

Pembukaan pendaftarannya akan dibuka pada Maret nanti dan akan tertera jelas persyaratan dan waktu ujiannya yang ditentukan,” ujar Nina saat Konferensi Pers 60 Tahun AFS Intercultural Programs di Indonesia dan 31 Tahun Yayasan Bina Antarbudaya di Kuningan, Jakarta, Selasa (9/2).

Nina mengatakan, para pelajar SMA memang melakukan pendaftaran pada saat duduk di bangku kelas X. Namun kegiatan pertukarannya baru terlaksana saat mereka berada di kelas XI dan selesai saat di kelas XII. Masa pertukaran pelajar ke sejumlah negara dari Indonesia berlangsung selama satu tahun.

Siswa tersebut minimal bisa berbicara bahasa Inggris dan memiliki nilai di atas rata-rata. Hal yang terpenting adalah mereka memiliki wawasan luas dan kemampuan khsusus seperti menari tarian tradisional dan sebagainya.

Secara pendaftaran, Nina mengutarakan, hal administrasi tentu harus dipenuhi seperti surat izin sekolah, orangtua dan sebagainya. Sekolah peserta juga harus memiliki koneksi tertentu dengan AFS. Hal ini karena berkaitan erat dengan ujian nasional yang akan dihadapi peserta saat kembali dari negara yang dikunjunginya selama satu tahun.

Ujian seleksi yang akan dihadapi para calon peserta terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah ujian tertulis seperti menulis esai dan mengerjakan sejumlah soal. Jika lolos tahap ini, para calon peserta akan menghadapi tahap wawancara baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Selanjutnya tahap kelompok yang di dalamnya terdapat kegiatan tertentu.

Untuk 2015 hingga 2016 terdapat 55 pelajar Indonesia yang sedang menjalankan program ini di 21 negara. Sementara pada 2016 sampai 2017 direncanakan akan ada 66 pelajar Indonsia untuk ditempatkan di sekitar 24 atau 25 negara.

Di samping belajar di sekolah selama setahun di luar negeri, para peserta juga ditempatkan di salah satu keluarga yang telah bersedia menjadi host family. Melalui penempatan ini, para peserta akan mencoba mempelajari dan memahami budaya mereka yang jelas berbeda. Namun sebelumnya mereka juga sudah diajarkan untuk bisa membedakan mana yang boleh dicontoh atau tidaknya.

Program AFS sudah berjalan di Indonesia selama 60 tahun di Indonesia. Selama 31 tahun, program AFS sendiri diselenggarakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya.

 

Sumber: republika