Mentan: Generasi Muda Mulai Minati Sektor Pertanian

By PUBinfo Redaksi 11 Feb 2019, 14:21:21 WIB | dibaca : 70 pembaca

Mentan: Generasi Muda Mulai Minati Sektor Pertanian

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman memberikan pengarahan kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos dalam seleksi pada 2018.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 800 CPNS yang akan ditempatkan sesuai dengan formasi yang didaftar sebelumnya.

Dalam sambutannya, Amran mengungkapkan, pihaknya senang karena para CPNS ini mayoritas merupakan generasi muda. Ini menandakan jika minta generasi muda untuk membangun sektor pertanian sangat besar.

‎"Hari ini kami bahagia melihat pakaian putih hitam (pakaian yang digunakan para CPNS). CPNS ini harapan Indonesia dan Kementerian Pertanian untuk lumbung pangan dunia," ujar dia di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya, hanya sedikit generasi muda yang berminat untuk terjun di sektor pertanian. Buktinya, Kementan pernah membuka penerimaan melalui jalur politeknik sebanyak 1.000 orang, tetapi yang mendaftar hanya 900 orang.

"Dari 28 ribu yang mendaftar, 800 yang keterima. Dulu politeknik 1.000, yang mendaftar 900. Itu di paksa. Pertanian modern sekarang mulai banyak‎," kata dia.

Amran berharap, para CPNS bisa bekerja secara baik dan berkontribusi besar dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.

"CPNS harus membangun optimisme. CPNS harus menjadi Dirjen, Menteri. Kalau aku berdiri di sini (menjadi menteri), peluang Anda lebih besar," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melantik 22 pejabat Kementerian Pertanian yang terdiri dari 8 Eselon I dan 14 Eselon II siang ini.

Dalam sambutannya, Amran menegaskan kepada seluruh pegawai Kementerian Pertanian khususnya para pejabat yang baru dilantik untuk fokus pada kesejahteraan petani dan siap mendedikasikan waktu melayani rakyat.

"Semua pegawai terutama pejabat di Kementerian Pertanian harus siap melayani rakyat 24 jam, jangan ada hp yang tidak aktif, siap 24 jam," tegas Amran di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Amran juga menyampaikan, semua prestasi dan capaian yang diraih sektor pertanian selama empat tahun lebih masa jabatannya merupakan kinerja terbaik yang dihasilkan dari kerja keras seluruh pegawai Kementerian Pertanian.

"Apresiasi dan terimakasih atas kinerja bapak ibu selama lebih dari empat tahun masa jabatan menjadi Menteri Pertanian selama ini, dapat saya katakan bahwa saat ini kita sudah menunjukan kinerja terbaik," ungkap Amran.

Amran menyebut berbagai prestasi yang mampu diwujudkan selama empat tahun ini bukan pekerjaan yang mudah. Seperti dalam hal inflasi pangan yang tadinya 11,35 persen pada 2013, dalam empat tahun terakhir tepatnya 2017 inflasi pangan mampu ditekan hingga angka 1,26  persen.

Capaian ekspor pertanian dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukan peningkatan signifikan. Amran mengatakan pada 2016, nilai ekspor pertanian sebesar Rp 384,9 triliun, meningkat tajam di tahun 2018 menjadi Rp 499,3 triliun atau 29,7 persen.

"Tidak hanya ekspor pertanian, PDB pertanian juga meningkat 47,2 persen dari Rp 994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.463,9 triliun pada 2018, ini lompatan luar biasa,” ungkap Amran.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Amran berpesan agar seluruh pejabat dapat berdedikasi penuh memberi kinerja terbaik, membangun team work dan segera melakukan akselerasi serta berdiskusi dengan pejabat sebelumnya.

"Untuk Dirjen Pekebunan yang baru target mengembalikan kejayaan rempah-rempah, Dirjen PSP fokus percepat pengadaan dan pendistribusian kebutuhan petani, Kepala Badan Karantina perketat kegiatan dilapangan dan tingkatkan proteksi hama dari luar, prioritas ke depan kita adalah pembagian bibit gratis dari Provinsi hingga Kabupaten bahkan Universitas, kita ciptakan agen – agen baru pertanian," tegas Amran.

Adapun 8 Pejabat Eselon I yang dilantik antara lain Sarwo Edhy sebagai Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kasdi Subagyono sebagai Direktur Jenderal Perkebunan, Fadjry Djufry sebagai Kepala Badan Litbang, Ali Jamil sebagai Kepala Badan Karantina, Bambang sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Bio Industru, Banun Harpini sebagai Staf Ahli Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Pending Dadih Permana sebagai Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian serta Dedi Nyrsyamsi sebagai Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pertanian.

 

Sumber : liputan6.com