Menteri PUPR Targetkan Lelang Proyek Rampung Juli 2019

By PUBinfo Redaksi 10 Jul 2019, 11:32:12 WIB | dibaca : 16 pembaca

Menteri PUPR Targetkan Lelang Proyek Rampung Juli 2019

Foto: Ilustrasi

Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan seluruh proses lelang pengadaan barang dan jasa di Kementerian PUPR dapat dituntaskan pada akhir Juli 2019.

Target itu dicanangkan guna memaksimalkan penyerapan anggaran Kementerian PUPR yang pada akhir tahun nanti diproyeksikan bisa terserap sekitar 92,75 persen.

"Mudah-mudahan bulan Juli ini sudah semua dilelang. Kalau tidak di-drop," ujar dia di Jakarta, seperti dikutip Rabu (10/7/2019).

Adapun penyerapan anggaran Kementerian PUPR pada semester I 2019 Ini masih tergolong rendah, yakni hanya sebesar 26,18 persen. Jumlah itu di bawah rata-rata penyerapan anggaran kementerian/lembaga secara nasional yang sekitar 40 persen.

Sementara hingga 9 Juli 2019, dari 6.381 paket pekerjaan yang dilelang, sekitar 67,5 persen paket telah rampung secara proses lelang dengan nilai Rp 39,4 triliun.

Lebih lanjut, Menteri Basuki menuturkan, pelelangan barang dan jasa pada tahun ini telah dilakukan oleh unit organisasi baru Kementerian PUPR, yakni Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) yang dibentuk di setiap provinsi.

"BP2JK didukung sumber daya manusia yang independen dan proses bisnis lebih baik, sehingga diharapkan proses dan hasil pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kementerian PUPR lebih efektif, efisien, transparan, berkualitas, dan akuntabel," tuturnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melaporkan, perkembangan penyerapan anggaran 2019 baru mencapai 19,79 persen, atau sekitar Rp 23,17 triliun. Pada 2019, anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp 117,09 triliun.

Kendati begitu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meyakini, pagu anggaran 2019 dapat terserap habis hingga akhir tahun ini.

"Saya kira ini baru awal bulan keenam. Masih bisa kita kejar, karena ada deviasi -4 persen dari rencana, baik fisik maupun keuangan dari rencana yang kita buat pada awal tahun," ungkap dia pasca rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Basuki mengatakan, 2019 yang menjadi tahun politik dan libur puasa turut mempengaruhi penyerapan anggaran. Selain itu, Kementerian PUPR juga baru saja membentuk balai Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang melakukan lelang terhadap berbagai proyek.

"Saya kira kami juga ada perubahan organisasi, karena lelang sekarang ada balai baru yang khusus untuk lelang. Makanya, dengan -4 persen masih oke. Itu masih cepat menurut saya," ujar dia.

Meski tingkat penyerapan anggaran sebesar 19,79 persen terhitung belum banyak, ia menganggap itu sudah lumayan besar jika dinominalkan ke dalam rupiah.

"Kelihatannya presentasenya kecil, tapi anggarannya besar. Jadi kalau 20 persen dari Rp 117 triliun, itu sudah berapa triliun diserap? Jadi kalau dengan -4 persen menurut saya masih bisa kita cegah. Yang penting itu. Karena sebagian besar sudah kontrak," tuturnya.

Oleh karena itu, Basuki percaya anggaran 2019 bisa terserap seluruhnya dengan terus mengawasi, menambah amunisi seperti alat dan pekerja, hingga melakukan percepatan proyek.

"Akan digenjot di semester dua (2019) karena sudah ada kontrak-kontrak. Tinggal kita mempercepat pelaksanaan pekerjaan," pungkas dia.

 

Sumber : liputan6.com