Pakar: Permenhub Angkutan Online Akomodasi Keinginan Publik

By PUBinfo Redaksi 01 Apr 2017, 09:20:21 WIB | dibaca : 137 pembaca

Pakar: Permenhub Angkutan Online Akomodasi Keinginan Publik

COE Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) menerangkan aplikasi Go-Bluebird kepada Menhub Budi karya, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, serta Dirut PT Blue Bird Purnomo Prawiro (dari kiri) saat peluncuran aplikasi Go-Bluebird di Jakarta, Kamis (30/3). PT Blue Bird Tbk (BIRD) menggandeng perusahaan penyedia transportasi online Go-Jek meluncurkan Go-Bluebird, Go-Bluebird merupakan layanan yang terdapat dalam aplikasi Go-Jek sehingga pengguna jasa dapat memesan taksi Blue Bird tanpa harus memesan secara konvensional sekaligus meningkatkan bekerjasama dengan produktivitas pengemudi.

JAKARTA -- Pakar ekonomi Rhenald Kasali berpendapat rencana pengesahan revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 32 Tahun 2016 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek sudah benar. Ia menganggap permenhub tersebut telah mengakomodasi keinginan publik. "Hanya saja memang banyak yang belum memahaminya," kata Rhenald dalam keterangan tertulis yang diterima Antaradi Jakarta, Jumat. 

Rhenald juga menanggapi positif adanya kolaborasi dua perusahaan berbeda dasar, yakni Blue Bird yang merupakan usaha taksi konvensional dan Gojek, usaha berbasis aplikasi. Keduanya  baru meluncurkan Go-Blue Bird. Ia memandangnya sebagai satu langkah lebih maju. "Pepatah mengatakan, "Jika kamu tak bisa kalahkan mereka maka bergabunglah dengan mereka." Di situ ada peran melengkapi sekaligus membangun bentuk baru," kata dia.

Rhenald mengatakan Gojek berprinsip usaha berbagi ekonomi, sedangkan Blue Bird adalah pemilik ekonomi. Ia menyatakan akan lebih bagus lagi bila Blue Bird berubah bentuknya sehingga bisa menyerap industri ini dan memberikan lebih besar nilai ke jaringan dan pelanggannya. "Ketika PM 32/2016 diterapkan, kuncinya ada di Pemda. Mereka harus mendengar dan memahami perubahan pasar." 

Menurut Rhenald, sebagian besar pemain lama berada dalam ancaman, tetapi bukan berarti harus menghalangi pembaruan. "Mereka harus bersama-sama mengoreksi diri karena pemerintah sudah mengakui keberadaan dunia online dan perusahaannya telah menjadi sektor usaha yang resmi," ungkapnya. 

Rhenald mengingatkan agar Pemda menjaga komunitas baru ini agar keberadaannya tak berlebihan. Dengan begitu, nantinya tak akan terulang kasus angkot yang tergerus saat pemerintah dahulu membuka pasar sepeda motor.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi juga menanggapi positif kolaborasi dua operator berbeda sistem itu.

"Saatnya bergabung angkutan konvensional dan online bergabung agar terhindar dari minimnya konsumen karena banyak yang beralih ke angkutan online," kata Tulus.

Menurut Tulus, penerapan regulasi juga penting agar tidak ada yang merasa dirugikan. "Operator lainnya juga sudah saatnya berkolaborasi. Dengan begitu maka pelayanan menjadi lebih mudah dan nyaman."

Sementara itu, Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen W Tangkudung mengungkapkan kolaborasi antara Gojek dan Blue Bird mencerminkan adanya kesamaan tujuan. "Akan tetapi, koordinasi antara pemerintah dan daerah harus lebih intensif. Dalam hal ini, pemerintah pusat jangan lepas tangan, Pemda harus dikawal," kata Ellen.

 

Sumber: republika

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, RSS Feed dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Jaredlar

    generic name for viagra 100mg reviews <a ...

    View Berita Pub
  • thognorb

    montreal cialis generic buy <a href=http://cialisrxgn.com/#>buy cialis ...

    View Berita Pub
  • Omilky

    montreal cialis generic buy <a href=http://cialisrxgn.com/#>buy cialis ...

    View Berita Pub
  • Laufame

    what are the best cialis pills <a href=http://cialisrxgn.com/#>generic ...

    View Berita Pub