Pejabat Pajak DKI Minta Uang untuk Fashion Show, KPK Koordinasi dengan Kemenkeu

By PUBinfo Redaksi 20 Mei 2020, 11:52:08 WIB | dibaca : 91 pembaca

Pejabat Pajak DKI Minta Uang untuk Fashion Show, KPK Koordinasi dengan Kemenkeu

Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta-Jaksa KPK mengungkapkan sadapan e-mail Kepala Kantor Wilayah DJP DKI Muhammad Haniv yang meminta uang Rp 150 juta untuk acara fashion show anaknya kepada mantan Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta, Yul Dirga. KPK mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan menindaklanjuti pengakuan Haniv tersebut.

"KPK akan menindaklanjuti fakta persidangan tersebut dengan berkoordinasi lebih lanjut dengan Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) Kementerian Keuangan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Selain itu, Ali meminta Direktorat Pajak Kemenkeu mengingatkan para pegawainya agar tak menyalahgunakan jabatannya. Sebab, hal tersebut bertentangan dengan hukum.

"KPK mendorong agar internal Direktorat Pajak untuk kembali mengingatkan jajarannya agar tidak menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi karena hal tersebut bertentangan dengan hukum," sebutnya.

Fakta sidang tersebut terungkap saat Haniv hadir sebagai saksi di sidang lanjutan Yul Dirga dalam kasus suap restitusi pajak dealer mobil mewah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/5). Awalnya jaksa KPK Takdir Suhan mengungkapkan isi sadapan e-mail soal permintaan uang antara Haniv dan Yul Dirga. Lantas, Haniv mengakui e-mail tersebut.

"Di sini ada e-mail, bacakan, Pak Yul anakku mau adakan fashion show tanggal 13 Desember, tolong carikan sponsorship ya, perusahaan yang kenal dekat saja. Di budget proposal itu ada nomor rekening BRI anak saya dan nomor HP saya, 2 atau 3 perusahaan, kalau bisa sejumlah Rp 150 juta ya," ujar jaksa Takdir di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Dia mengatakan e-mail itu dikirim semata-mata untuk meminta bantuan untuk dicarikan sponsor acara fashion show anaknya dan hanya dikirim ke Yul.

"Betul, tujuannya hanya sponsorhsip. Ini e-mail ini hanya kan ada kekurangan Rp 150 juta saat itu, ya saya kirim ke Pak Yul, kebanyakan budget fashion show hanya Rp 250 juta ini untuk sponsorship," kata Haniv.

Haniv menyebut permintaan Rp 150 juta untuk sponsor fashion show itu tidak terwujud. Sebab, acara fashion show itu tidak menerima sponsor dari luar panitia.

 

Sumber : detik.com