Pemprov DKI Kemungkinan Naikan Harga Tentang Diet Kantong Plastik

By PUBinfo Redaksi 23 Feb 2016, 08:46:39 WIB | dibaca : 244 pembaca

Pemprov DKI Kemungkinan Naikan Harga Tentang Diet Kantong Plastik

Pemprov DKI Kemungkinan Naikan Harga Tentang Diet Kantong Plastik

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengimbau pengurangan penggunaan tas kresek dan membayar penggunaan kantong kresek senilai Rp 200,- di lokasi perbelanjaan. Harga ini dinilai masih terlalu murah untuk memberikan dampak.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, harga Rp 200 masih murah untuk memberikan sebuah dampak pengurangan penggunaan kantong plastik. Besaran harga sebuah kantong plastik ini akan dirapatkan kembali hari ini oleh Pemprov DKI.

"Siang ini di Balaikota DKI kita akan rapat dengan Pak Sekda DKI membahas besaran harga plastik berbayar ini. Menurut saya memang kurang kalau hanya Rp 200. Kemungkinan (bisa saja naik). Tapi itu akan dirapatkan dulu, apakah sudah cukup atau belum," kata Adji saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/2/2016).

Adji mengatakan, kemungkinan harga kantong plastik tersebut di atas Rp 200. "Pak Gubernur kan sebelumnya bilang kalau bisa maksimal Rp 5.000. Tapi kalau Rp 5.00 kan lumayan berasa juga. Tapi setidaknya jangan cuma Rp 200," katanya.

Adji mengaku, pihaknya juga banyak mendapat masukan dan dorongan agar harga sebuah kantong plastik berbayar di supermarket dan minimarket itu di atas Rp 200. "Banyak yang minta, terutama dari komunitas daur ulang. Tujuannya kan untuk mengubah pola agar orang mengurangi penggunaan kantong plastik," kata Adji.

Kebijakan kantong plastik berbayar ini memang baru diterapkan di supermarket dan minimarket. Namun tak dipungkiri Adji, kebijakan ini juga akan menyasar pasar tradisional dan warung.

"Memang responnya di masyarakat ada yang kaget tapi banyak juga yang mendukung. Tujuannya kan baik, dengan adanya kebijakan ini berharap penggunaan kantong plastik bisa berkurang," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) justru menilai harga Rp 200 itu terlalu murah untuk sebuah kantong plastik. Bahkan dia membandingkan dengan biaya buang air di toilet umum di Jakarta.

"Tapi tidak bisa menghapus kantong plastik. Kan ada juga orang yang memang datang, butuh. Saya kira ya Rp 1.000, Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, orang masih lebih berasa begitu loh," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Ahok ingin agar harga kantong kresek menjadi lebih mahal, maksimal Rp 5 ribu,. Dengan demikian, orang bisa berpikir ulang untuk menggunakan kantong kresek.

"Kalau boleh ya kita naikkan. Kalau Rp 200 perak mah enggak ada artinya orang Jakarta. Kencing saja Rp 2 ribu," kata Ahok.

Sumber : detik