Polri Kirim Tambahan Personel hingga Dokter Tangani Bencana NTT

By PUBinfo Redaksi 08 Apr 2021, 11:05:16 WIB | dibaca : 42 pembaca

Polri Kirim Tambahan Personel hingga Dokter Tangani Bencana NTT

Bancana banjir di NTT (Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta - Polri mengerahkan tambahan personel hingga tim dokter untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). 1 kapal dan 2 pesawat juga dikerahkan untuk mengangkut logistik untuk korban bencana alam itu.

"Hari ini datang pers Mako Brimob 52, Jatim 94, Bali 100. Rencana aksi dapur lapangan 5 mobil dan 6 truk mobil dapur lapangan dan bahan makanan, pembersihan dan evakuasi 16 chainsaw 6 Kupang 5 Adonara, 5 Lembata posko Mapolres Flores Timur, tim TIK Mabes dan Korbrimob 10 pers untuk perbaikan repeater," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (8/4/2021).

Polri juga mengirim tik dokter dan paramedis untuk membantu korban. Selain itu bantuan makanan dan obat-obatan juga disediakan.

"8 dokter 16 paramedis (di antaranya 1 dokter bedah 1 dokter anastesi, 1 dokter gigi). Dokter dan paramedis tersebut 12 bertugas di Adonara dan 12 di Lembata. 1,8 ton makanan sembako dari Korbrimob juga akan dikirim," jelasnya.

Bantuan logistik itu dikirim menggunakan kapal. Sementara itu, Polri juga mengerahkan pesawat untuk mempermudah membawa logistik ke lokasi.

"Kapal Polisi Bharata 8004 milik Korpolair Baharkam Polri tiba hari merapat di dermaga Larantuka dalam rangka membantu dan mendukung pendistribusian bantuan untuk personil maupun logistik korban bencana alam di NTT. Ditambah dengan 2 pesawat untuk mengangkut barang bantuan," kata dia.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo memperbarui data korban yang meninggal akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ini total korban tewas akibat bencana alam banjir bandang hingga longsor mencapai 138 orang.

"Sehingga total korban meninggal yang telah ditemukan datanya mencapai 138 orang dan yang masih dalam pencarian sebanyak 61 orang," kata Doni dalam siaran YouTube BNPB, Rabu (7/4).

 

Sumber : detik.com