PT. Primissima: PHK Tanpa Pesangon Sudah Sesuai Perjanjian

By PUBinfo Redaksi 02 Sep 2015, 09:35:30 WIB | dibaca : 376 pembaca

PT. Primissima: PHK Tanpa Pesangon Sudah Sesuai Perjanjian

Buruh PT. Primissima berunjuk rasa menolak PHK

Sleman – Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan sekitar 100 pegawai PT. Primissima yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), PT. Primissima sendiri mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab pihaknya melakukan hal tersebut karena nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah hingga mencapai Rp 14.000,00 membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang tekstil itu kesulitan untuk membeli bahan baku kapas dari luar negeri.

Aksi unjuk rasa sendiri dilakukan massa di depan Kantor Serikat Pekerja PT. Primissima di Jalan Magelang kilometer 14, Medari, Sleman, Selasa (1/9/2015) pagi. Humas PT. Primissima, Ishak Nur Khozali mengatakan bahwa pihaknya terpaksa melakukan PHK lantaran kondisi ekonomi sekarang membuat PT. Primissima kesulitan untuk membeli bahan baku kapas.

“Nilai tukar dolar terhadap Indonesia yang melambung membuat ongkos produksi kita melambung juga. Pegawai yang kami PHK berjumlah sekitar 150 dari 1.150 total pegawai yang sebagian besar dari bidang pemintalan. Sektor pemintalan memang paling banyak menyedot tenaga kerja. Dan bila kita kesulitan untuk membeli kapas maka tenaga kerja akan banyak yang menganggur,” jelasnya usai melakukan mediasi dengan para karyawan.

Pihak PT. Primissima berkilah bahwa PHK sepihak yang mereka lakukan sudah sesuai dengan kontrak perjanjian yang ditandatangani oleh para karyawan. Ia mengatakan bahwa sistem Tenaga Kerja Waktu Tertentu (TKWT) yang dilaksanakan oleh para karyawan mensyaratkan perusahaan bisa memberhentikan para karyawan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi.

“Dalam surat yang sudah dibaca dan ditandatangani para karyawan juga menyebutkan bahwa perusahaan tidak berkewajiban memberi pesangon bila karyawan di-PHK. Jadi yang kami lakukan ini sudah sesuai dengan perjanjian di awal,” tegas Ishak.

Ishak pun telah menjanjikan kepada para karyawan untuk segera melakukan mediasi secepatnya dengan pihak perusahaan. “Besok ini kami baru akan mempertemukan serikat pekerja dengan pihak perusahaan. Dan secepatnya kami akan pertemukan langsung antara para karyawan, pihak perusahaan, dan pihak Departemen Tenaga Kerja. Keputusan PHK ini juga kami lakukan setelah melakukan evaluasi berulang-ulang,” tukas Ishak.

Sementara itu dalam aksinya, para karyawan menuntut kejelasan status mereka di sistem TKWT. Mereka mengaku tak bisa mengerti mengapa PT. Primissima yang merupakan BUMN menerapkan status TKWT. “Kami ingin ada kejelasan status TKWT. Dan yang terpenting kami ingin bisa bekerja lagi karena PHK sepihak tidak sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan,” ujar koordinator aksi, Mursyid Hidayat.

sumber : viva

View all comments

Write a comment

(Input Kode Di Samping Dengan Benar)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, RSS Feed dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Professional Essay Writers

    Is it true Jakarta the service of e-Samsat has in progress to be strengthening, but ...

    View Berita Pub
  • Research Proposal Writing Service

    Truly I esteem the effort you done to share the information. The topic now I found ...

    View Berita Pub
  • Guru Les Kimia

    Memang sih sebaiknya sebagai generasi muda, kita juga harus bisa membedakan mana ...

    View Berita Pub
  • guru fisika

    Wah memang pil pcc ini berbahaya sekali sih kalau sampai bereda di kalangan ...

    View Berita Pub