Tingkatkan Konektivitas, Pemerintah Rekonstruksi 3 Jembatan Tua

By PUBinfo Redaksi 09 Okt 2019, 13:40:30 WIB | dibaca : 22 pembaca

Tingkatkan Konektivitas, Pemerintah Rekonstruksi 3 Jembatan Tua

Foto: Ilustrasi

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan 3 jembatan untuk mendukung konektivitas dan aksesibilitas di Jawa Tengah (Jateng).

Ketiga jembatan tersebut adalah Jembatan Sunandar di Kabupaten Kudus dan dua di Kabupaten Temanggung, yakni Jembatan Progo Kranggan dan Galeh.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar wilayah tersebut diperlukan agar mobilitas barang, jasa dan manusia lebih efisien.

"Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan layang, dan terowongan akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, di samping itu juga memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian," kata Menteri Basuki dalam sebuah pernyataan tertulis, Rabu (9/10/2019).

Jembatan Sunandar dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Direktorat Jenderal Bina Marga pada 2017. Jembatan yang berada di garis perbatasan antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak ini membentang di atas Sungai Wulan Kudus sepanjang 996 meter dengan lebar 11 meter.

Sedangkan panjang total dari mulai perkerasan jalan pendekat (oprit) jembatan hingga stasiun nol mencapai 600 meter. Biaya pengerjaan jembatan berasal dari APBN sebesar Rp 115,5 miliar.

Konstruksi Jembatan Sunandar memiliki beberapa kelebihan, diantaranya tidak menggunakan pilar di tengah dan lantai jembatan lebih tinggi sehingga masih aman apabila permukaan air Sungai Wulan meluap. Jembatan telah diuji coba untuk mendukung arus mudik Lebaran 2019 lalu.

Kehadiran duplikasi Jembatan Sunandar sangat penting tidak hanya untuk lalu lintas harian warga, namun juga sebagai jalur logistik di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Kudus.

Dukungan infrastruktur konektivitas lain yang telah selesai yakni Jembatan Progo Kranggan sepanjang 60 meter yang berada di perbatasan Kecamatan Temanggung-Kranggan, Kabupaten Temanggung. Jembatan ini dibangun untuk memperbaiki jembatan lama yang runtuh pada 2018. Masa pelaksanaan pembangunan jembatan pada kurun waktu 2018-2019.

Saat ini, konstruksi Jembatan Progo Kranggan terdiri dari dua jembatan yang dapat dilalui kendaraan dari dua arah sehingga akan memperlancar arus barang dan manusia di Lintas Tengah Pulau Jawa, baik dari Jakarta atau Jawa Barat menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur atau sebaliknya.

Jembatan lainnya di Temanggung yakni Jembatan Galeh di Kecamatan Parakan memiliki panjang 40,6 meter. Pembangunan jembatan dilakukan BBPJN VII dengan mereaktifasi jembatan lama yang usianya sudah dibangun sejak zaman Belanda.

Duplikasi jembatan dibangun di sebelah jembatan lama dengan masing-masing memiliki 2 lajur. Untuk jembatan baru digunakan arus lalu lintas dari arah Temanggung menuju Parakan dan jembatan lama untuk arus dari arah sebaliknya.

 

Sumber : liputan6.com